The PARIS Formula untuk Sukses Anda

The PARIS Formula untuk Sukses Anda
Oleh: Agung Praptapa *

Kalau saya memiliki obat mujarab yang menjamin siapapun yang meminumnya pasti ditanggung 100% sukses, berapa Anda mau beli? Pasti berapapun Anda mau! Masalahnya itu adalah hal yang tidak mungkin. Sukses adalah perjalanan hidup yang tak seorangpun bisa menduga. Anda yang dilahirkan oleh keluarga sukses bisa saja mati dalam keadaan miskin. Sebaliknya, Anda yang dilahirkan miskin bisa saja mati dalam keadaan kaya raya dan bahagia. Bisa juga Anda dilahirkan oleh keluarga kaya raya dan mati dalam keadaan kaya raya dan bahagia pula. Kalau Anda termasuk yang ini, selamat! Anda benar-benar orang yang beruntung. Semoga saja, tidak satupun dari Anda yang dilahirkan miskin dan mati dalam keadaan miskin pula.

Jadi, terbuka peluang sukses bagi siapa saja! Anehnya, tidak banyak orang yang sadar akan peluang emas ini. Peluang emas? Iya, karena sukses bisa menjadi milik siapa saja, termasuk Anda! Tapi kalau demikian, konsekwensinya kegagalan juga bisa menjadi milik siapa saja? Iya, benar! Tapi itu bukan keahlian saya untuk mempersiapkan orang menjadi gagal. Saya memilih menjadi ahli dibidang mempersiapkan orang menjadi sukses. Jadi kita bicara bagaimana menyiapkan diri kita menjadi sukses saja.

Sukses bagi satu orang bisa berbeda ukurannya dengan orang lain. Ada yang mengatakan bahwa orang dikatakan sukses apabila mereka kaya raya. Itu benar. Ada juga yang mengatakan sukses adalah kalau kita menjadi orang yang terkenal. Itu juga bisa. Ada yang mengatakan bahwa sukses adalah bila kita memiliki kekuasaan. Itu juga tidak salah. Apapun definisinya, pada prinsipnya sukses adalah mendapatkan yang kita mau!

Dalam kesempatan ini saya akan membawa Anda untuk sukses melalui jalur PARIS, yang merupakan akronim dari Passion, Action, Result, Improvement, and Success. Mari kita bahas satu persatu.

Passion
Untuk sukses Anda perlu passion. Passion adalah suatu terminologi untuk menggambarkan seberapa besar kita ingin mendapatkan apa yang kita mau. Passion menunjukkan seberapa kita “bernafsu” atas apa yang kita mau, seberapa besar kita ingin mewujudkan apa yang kita mau, seberapa besar kita mau berkorban untuk mendapatkan apa yang kita mau. Jadi passion akan mencakup motivasi, keteguhan, kesabaran, hasrat, kerelaan, keihlasan, imajinasi, dan keyakinan.

Passion yang kuat akan mendekatkan kita pada terwujudnya apa yang kita mau. Bahkan ada yang mengatakan bahwa seseorang yang tidak dapat mendapatkan apa yang ia mau bisa jadi karena passionnya yang belum cukup kuat. Mari kita renungkan, seberapa kuat passion kita?

Action
Berapapun dekatnya suatu tujuan tidak akan pernah tercapai apabila kita tidak memulai langkah pertama. Jarak ribuan kilometer terdiri dari selangkah demi selangkah yang akhirnya mendekatkan kita pada tujuan yang ingin kita capai. Jadi, jangan pernah berpikir kalau kita akan mendapatkan yang kita mau tanpa bergerak, tanpa berbuat, tanpa action! Action, action, dan action! Apa sih artinya cita-cita tinggi, persiapan dan perhitungan yang rumit, serta modal yang berlimpah apabila kita tidak bergerak untuk memulai? Banyak orang sukses justru langsung “action” saat mereka memiliki hasrat. Tanpa pertimbangan? Tanpa persiapan? Bukan begitu filosofinya. Tapi mereka memahami bahwa mereka bisa learning by doing. Percuma saja kalau cuma learning without doing.

Inilah apa yang disebut dengan the power of action. Langkah pertama Anda akan memperingan langkah berikutnya. Seperti halnya orang mengayuh sepeda, putaran pertama selalu lebih berat dari pada putaran berikutnya. Kalau sudah melaju, putaran berikutnya menjadi ringan, dan semakin lama semakin ringan. Demikian pula action. Berat memulainya tetapi bila sudah action, akan menjadi ringan dan akhirnya menjadi kebiasaan.

Result
Sukses adalah mendapatkan hasil. Tidak selalu hasil dalam bentuk uang, atau materi lainnya, namun bisa saja hasil dalam bentuk kepuasan batin dan bentuk yang tidak berwujud (intangible) lainnya. Dalam melangkah kita harus jelas apa hasil yang kita harapkan. Kita tidak bergerak berputar kesana kemari untuk sok sibuk saja, tetapi kita berbuat untuk mendapatkan hasil.

Agar kita mendapatkan hasil kita harus pandai-pandai membuat hasil mendekat kepada kita. Bukannya kita yang harus berjalan dan bertindak menuju hasil yang diharapkan? Iya benar. Namun kita juga bisa mendekatkan hasil yang berjalan kepada kita. Bagaimana caranya?

Beberapa cara dapat kita lakukan agar result mendekat kepada kita. Yang pertama adalah dengan cara berdoa. Berdoa? Kok klasik banget? Iya, memang klasik tetapi ini sangat ampuh, manjur, dan terbukti. Dengan berdoa kita akan selalu mengklarifikasikan apa yang kita mau. Kita akan memperjelas apa yang kita mau dari satu doa ke doa berikutnya. Doa berisi restatement of the goal. Jadi dengan berdoa kita semakin jelas dengan tujuan kita. Langkah berikutnya adalah dengan visualisasi, yaitu membawa tujuan yang akan kita capai seolah-olah ada di depan mata kita. Hal ini sudah banyak dilakukan orang dan terbukti kebenarannya. Cara yang ketiga untuk mendekatkan tujuan kepada kita adalah dengan masuk pada orbit yang benar, yaitu orbit dimana orang-orang yang memiliki tujuan sejenis berada. Kalau kita ingin menjadi penyanyi terkenal maka dekat-dekat dengan penyanyi terkenal akan mendekatkan kita pada tujuan, dalam arti tujuan mendekat kepada kita.

Improvement
Hambatan dan tantangan adalah sahabat orang sukses. Demikian pula kegagalan. Orang sukses justru sering gagal? Iya. Memang begitu. Tingkat kegagalan saya memasukkan bola ke gawang lawan lebih sedikit dibandingkan dengan David Beckham. Jadi David Beckam lebih banyak gagalnya dari pada saya. Mengapa? Karena saya tidak pernah bermain sepak bola, dan kalaupun bermain sepak bola termasuk orang yang tidak diperhitungkan. Sedangkan David Beckham bermain sepak bola hampir setiap hari sehingga dia mencoba memasukkan bola ke gawang lawan hampir setiap hari pula. Tentu saja banyak yang gagal, tetapi kalau dihitung yang berhasil? Tentu banyak pula yang berhasil. Disinilah kita harus memandang hambatan, tantangan, dan kegagalan dari kacamata yang berbeda. Kegagalan bukan untuk ditangisi tetapi untuk diperbaiki. It’s a matter of improvement!

Improvement akan memperbesar result, mempermudah action, dan memperkuat passion. Dengan demikian improvement bukanlah pekerjaan sekali, pekerjaan yang sekali dilakukan kemudian habis perkara. Bukan seperti itu. Perbaikan harus dilakukan berkesinambungan, terus menerus. Continuous improvement!

Success
Setelah melewati tahapan-tahapan yang diformulasikan dengan PARIS ini, sampailah kita pada sukses. Suskses adalah yang kita tuju. Setelah sukses kemudian apa lagi? Sukses harus melahirkan kesuksesan lainnya. Orang yang sukses dalam berbagai bidang bukan orang super, tetapi orang yang pandai melahirkan sukses kecil, kemudian menjadi kesuksesan kecil lainnya, dan terus beranak pinak menjadi suskses-sukses yang lain.

The PARIS Formula
Akhirnya passion, action, result, improvement, dan success telah kita lalui. Jalan menuju PARIS tersebut bukanlah jalan yang tak mungkin dilakukan oleh siapa saja. PARIS adalah milik semua orang yang mau sukses! Selamat, Anda salah satunya.

* Agung Praptapa, adalah seorang dosen, pengelola Program Pascasarjana Manajemen di Universitas Jenderal Soedirman, dan juga sebagai konsultan dan trainer profesional di bidang personal and organizational development. Alumni UNDIP, dan kemudian melanjutkan studi pascasarjana ke Amerika dan Australia, di University of Central Arkansas dan University of Wollongong. Mengikuti training dan mempresentasikan karyanya di berbagai universitas di dalam negeri maupun di luar negeri termasuk di Ohio State University, Kent State University, Harvard University, dan University of London. Agung Praptapa juga seorang entrepreneur di bidang konsultasi bisnis, pendidikan, elpiji dan minuman sehat.

Categories: Motivasi, Sinaung

[resonansi] Dalam Terang Cahaya Keheningan

Dalam Terang Cahaya Keheningan
Oleh: Gede Prama

Sebuah peradaban yang riuh, demikian sebuah komentar menyimpulkan kehidupan di awal abad 21. Lebih-lebih ketika menghampar krisis energi dan pangan. Banyak yang sepakat kalau dunia sedang mengalami kepanikan global. Wakil AS menuduh India menghabiskan cadangan pangan karena jumlah penduduknya yang besar. Wakil India menuding balik dengan menyebutkan kalau Amerika Serikat dengan seluruh keserakahannya yang membuat krisis pangan dan energi. Di Indonesia, pangan dan energi ini juga menjadi komoditi politik untuk menjatuhkan lawan.

Ada yang menelaah wajah peradaban ini tidak dengan analisis, namun dengan lelucon. Suatu hari seorang pemuda kebingungan memilih isteri. Datanglah dia pada seorang sesepuh. Dan diberitahulah syarat-syarat calon isteri yang baik. Dari berwajah cantik, puteri orang kaya, bekerja, berkinerja dahsyat di tempat tidur sampai dengan bisa diminta mengepel lantai.

Ternyata, setelah dicari-cari tidak ada wanita ideal seperti itu. Bila cantik, puteri orang kaya, wanita karir, maka harga yang harus dibayar, suaminya terpaksa mengisi keseharian dengan mengepel lantai, sambil bernyanyi sendu lirik lagu “diriku tak pernah lepas dari penderitaan”.

Semakin dipertentangkan, semakin panas

Peradaban manusia serupa, setiap kelebihan meminta ongkos berupa kekurangan. Keserakahan hanya mau kelebihan, dan berharap kelebihan tidak berubah-ubah menjadi kekurangan, itulah awal kehidupan yang riuh dan penuh penderitaan.

Dulu ketika dunia dibuat takut oleh potensi perang bintang antara dua negara adi kuasa, tidak ada tanda-tanda ketakutan akan bom teroris. Sekarang ketika ketakutan perang global berhenti, bahkan memasuki hotel pun harus diperiksa petugas keamanan.

Nasib bangsa ini setali tiga uang. Ia terlihat berputar dari satu ketidakpuasan menuju ketidakpuasan lain, karena manusianya menolak semua kekurangan. Di zaman orde baru, sebagian hak-hak politik memang dikekang, tapi di zaman itu harga pangan, papan dan minyak terjangkau. Di zaman reformasi ini, kebebasan politik berkibar-kibar, siapa pun boleh dikritik, namun ia harus dibayar dengan harga pangan, papan dan minyak yang semakin jauh dari jangkauan. Persis sama dengan lelucon pemuda yang bingung mencari isteri, setiap kelebihan harus dibayar dengan kekurangan.

Di tengah pengapnya peradaban oleh banyak sekali ketidakpuasan, tidak terhitung jumlah rapat, konferensi, wacana, seminar sampai kuliah tingkat tinggi di perguruan tinggi yang mau mencoba mengurai situasi. Dan ternyata, semakin diperdebatkan peradaban jadi semakin panas.

Bila ada hasilnya, peradaban akan tambah sejuk. Namun sebagaimana dirasakan bersama, bumi tambah panas baik secara fisik, psikologis, spiritual. Jika ditelusuri lebih dalam kehidupan manusia, ia ditandai kelahiran dengan tangisan bayi yang riuh, serta kematian plus tangisan orang yang ditinggalkan yang juga riuh. Bila di tengah-tengahnya juga riuh dengan perdebatan dan perkelahian, menimbulkan pertanyaan mendalam, kapan manusia punya kesempatan berjumpa keheningan?

Menjadi satu dengan alam

Alam sebagai guru bertutur terang, semuanya berubah, semuanya membawa kelebihan-kekurangan. Siang berganti malam, malam berganti siang. Bila gunung tinggi, jurangnya dalam. Diperdebatkan atau tidak, tetap seperti ini. Memahami dalam-dalam sifat alami inilah yang membukakan keheningan.

Seorang guru yang punya banyak murid di Barat agak terang dalam hal ini. Tahapan memasuki pintu keheningan sebenarnya sederhana. Pertama-tama, belajar dari alam. Kemudian hidup sesuai prinsip-prinsip alami. Sebagai hasilnya, manusia bisa melihat kebenaran di balik alam. Dan ujung-ujungnya baru bisa menjadi satu dengan alam. Sebelum menyatu dengan alam, manusia akan terus berputar dari satu penderitaan ke penderitaan lain.

Ia yang bersatu dengan alam tahu, ada bimbingan, ada kesempurnaan, ada keindahan di sana. Laut sebagai contoh, ia membawa bimbingan-bimbingan. Sama dengan hidup manusia, ada gelombang tinggi (baca: kaya, dikagumi), ada gelombang rendah (kehidupan orang biasa). Namun tanpa memandang tinggi-rendah, gelombang mana pun ikhlas dan rendah hati pada bibir pantai. Seperti sedang bercerita, ikhlas dan rendah hatilah, ini yang membuat kematian berhenti berwajah menakutkan.

Siapa yang mengisi kesehariannya dengan keikhlasan dan kerendahatian, akan menemukan bahwa alam sebenarnya sebuah perpustakaan agung. Berlimpah pengetahuan dan kebijaksanaan yang disimpan di sana. Perhatikan laut lebih dalam lagi. Di permukaan ia senantiasa bergelombang. Sama dengan hidup manusia. Di kedalaman yang dalam, tidak ada gerakan apa lagi gelombang. Hanya hening yang melukis keindahan dan kesempurnaan.

Cermati apa yang ditulis Zenkei Shibayama dalam A Flower does not talk: “silently a flower blooms, in silence it falls away….pure and fresh are the flowers with dew….calmly l read the True Word of no letters”. Bunga mekar tanpa suara, berguguran juga tanpa suara. Tanpa keluhan tanpa perdebatan. Ada kesucian yang menggetarkan dalam bunga yang berhiaskan embun pagi. Dalam bimbingan hening, tiba-tiba terbaca makna tanpa kata-kata. Zenkei Shibayama menyebutnya Scripture of no letters. Tanpa kata-kata, tanpa keriuhan. Hanya sebuah hati yang berkelimpahan dalam dirinya!

Kembali ke cerita awal tentang peradaban yang riuh, dunia memang sedang dibelit krisis. Namun ketika kata-kata, perseteruan memperpanas suhu panas peradaban yang sudah panas, mungkin ini saatnya membaca Scripture of no letters. Ada yang menyebutnya pengetahuan di dalam yang hanya membuka dirinya di puncak keheningan.

Untuk melangkah ke sana, mulailah hidup sesuai hukum alam. Ia yang mengalir bersama alam, tersenyum pada setiap putaran alam tahu sebenarnya tidak ada hukuman. Apa yang kerap disebut sebagai bencana, sebenarnya hanya undangan laut untuk menyelam semakin dalam. Memasuki wilayah-wilayah tanpa gelombang (baca: tanpa perdebatan) namun penuh keheningan.

Sebagaimana ditulis rapi oleh kehidupan para Mahasidha (manusia yang menjadi agung karena melewati banyak rintangan seperti Jalalludin Rumi, Bunda Theresa, Milarepa, Mahatma Gandhi), awalnya bencana terlihat sebagai cobaan. Namun begitu dialami, ia memperkuat otot-otot kehidupan. Persis seperti otot fisik yang kuat karena banyak dilatih. Bila begini cara memandangnya, bencana bukannya membawa kegelapan kemarahan, ia membawa cahaya penerang.

Berbekalkan ketekunan, bencana membuat batin kebal dengan penderitaan. Kekebalan ini kemudian membuat manusia bisa menyambut semua dualitas (baik-buruk, sukses-gagal, hidup-mati) dengan senyuman yang menawan. Inilah secercah cahaya keheningan. Ia menyisakan hanya satu hal: compassion is the only nourishment. Dualitas memang lenyap, kasih sayang kemudian membuat kehidupan berputar.

Categories: Motivasi, Sinaung

Dare to Say “NO”

Oleh: Agung Praptapa *

Penyesalan akan datang kemudian. Ini pasti. Tidak mungkin dong kita menyesal sebelum berbuat sesuatu. Penyesalan akan datang saat kita menyadari kalau ternyata apa yang kita lakukan tidak menghasilkan apa yang diharapkan. Kita mau lulus ujian tetapi kita ternyata tidak lulus. Muncullah penyesalan atas apa yang telah kita lakukan, yang menjadikan kita tidak lulus. “Seandainya saya waktu itu tidak melakukan hal seperti itu, mungkin ceritanya menjadi lain” demikian kesimpulan yang biasanya dibuat oleh mereka yang sedang menyesali perbuatannya. Namun semua sudah terjadi. Sekarang akhirnya begini. Yang ada tinggal penyesalan. Saya yakin kebanyakan dari kita pernah mengalami perasaan seperti itu.

Saya pernah didatangi seorang mahasiswa yang tidak mengikuti ujian semester sehingga terpaksa tidak saya luluskan. Setelah saya tanya mengapa tidak mengikiuti ujian, dijawab bahwa ia saat itu ketiduran. Wah sederhana sekali alasannya? Walaupun ini alasan yang seharusnya tidak terjadi dan sangat bodoh untuk terjadi, tetapi kasus mahasiswa tidak ikut ujian karena ketiduran bukan pertama kali saya temui. Sudah beberapa kasus sejenis sebelumnya. Setelah saya pelajari mereka yang sampai “ketiduran” di saat seharusnya ada kewajiban yang lebih penting, ternyata yang menjadi penyebabnya adalah mereka terhanyut oleh suatu kebiasaan yang ia sendiri susah sekali untuk menghentikannya. Ada yang karena sambil belajar kemudian tidak tahan membuka internet dan chating sampai pagi. “Maunya sih belajar, tetapi kalau sudah chating kok susah ya dihentikan?” demikian mungkin mereka heran pada diri sendiri. Ada juga yang karena terlibat diskusi yang tidak berhasil mereka hentikan. Besok akan ujian matematika tetapi malamnya terlibat diskusi dengan teman kos tentang politik, yang semakin malam semakin seru sehingga tidak terasa badan menjadi capai dan akhirnya tertidur. Lupa alarm belum disetel. Bangun-bangun sudah jam 8. Padahal ujiannya jam 7. “Uh…masalah sepele, tetapi akibatnya kok jadi begini!” demikian mahasiswa tersebut menyesal.

Karyawan perusahaan klien saya suatu pagi datang dengan wajah kusam. Ia kurang tidur. Katanya semalam sampai pagi. Tidur hanya dua jam. Apa yang ia kerjakan? Ternyata ia suka membuka situs-situs tertentu di internet, yang kalau sudah sekali membuka susah sekali di hentikan. Akhirnya di kantor ia sudah tidak ada tenaga lagi. Padahal hari itu terdapat meeting penting. Ia tidak bisa berkonsentrasi penuh karena kurang tidur. Dalam rapat tersebut ia sempat tertidur. Pimpinan perusahaan marah besar. “Ini rapat yang sangat penting, menyangkut hidup matinya perusahaan kita, tega-teganya Anda tidur!” demikian pimpinan perusahaan tersebut marah besar. Meeting langsung dihentikan. “Saya tersinggung luar biasa, saya tidak mengerti. Tega-teganya dia sampai tidur dalam meeting sepenting ini!” dengan nada kesal pimpinan perusahaan tersebut menumpahkan emosinya pada orang-orang yang ada di sekitarnya. Karyawan tersebut menyesal luar biasa. “Duh…hanya karena situs-situs tersebut saya jadi begini”

Masih banyak contoh penyesalan seseorang yang diakibatkan mereka terhanyut pada suatu aktivitas tertentu yang ia sadari bahwa seharusnya bisa dihentikan untuk mengerjakan pekerjaan lain yang lebih penting. Namun mereka tidak berhasil menghentikannya. Mereka seperti terbawa arus sungai yang deras dan tidak sanggup untuk menyelamatkan diri. Mereka tidak sanggup berkata “TIDAK” pada diri sendiri. Akibatnya adalah penyesalan di kemudian hari.

Saya jadi teringat kata-kata motivasi bahwa “Kalau kita lembut pada diri kita sendiri, dunia akan keras pada kita. Kalau kita keras pada diri sendiri, maka dunia akan lembut kepada kita”. Nah, kegagalan kita untuk “SAY NO” pada diri sendiri membuktikan kebenaran kata-kata motivasi tersebut. Sekarang bagaimana kita bisa berhasil “SAY NO?”

Kebanyakan dari kita mengetahui kebiasaan buruk kita sendiri. Mungkin kita malu menyampaikan kebiasaan buruk tersebut kepada orang lain. Tetapi kalau mengatakan kepada diri sendiri tidak perlu malu kan? Nah, langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mencoba jujur kepada diri sendiri untuk mengidentifikasi kebiasaan-kebiasaan buruk yang jelas-jelas merugikan kita. Tidak perlu menyampaikan kepada orang lain. Sampaikan saja kepada diri sendiri. Ini pun bukan suatu hal yang mudah. Butuh keberanian! Kita harus bisa keras pada diri sendiri.

Setelah kita mengidentifikasi kebiasaan buruk yang harus kita hentikan segera, langkah berikutnya adalah “hentikan saja”. Tidak usah mencari-cari alasan. Hentikan saja dulu, alasannya bisa kemudian. Kalau kita memiliki kebiasaan chating yang memakan waktu lama, ya hentikan dulu. Sedang chating langsung hentikan saja. Now! Sekarang juga. Kalau kita punya kebiasaan buruk membuka situs-situs tertentu – maaf situs porno misalnya – yang biasanya menghabiskan waktu berjam-jam bahkan bisa mengalahkan pekerjaan penting lainnya, langsung saja HENTIKAN! Kalau Anda punya kebiasaan merokok sambil melamun yang tidak jelas arahnya kemana, juga HENTIKAN saat ini juga! Tidak mudah dong…tidak semudah itu….ini kan hiburan….kita bukan mesin..kita juga manusia..punya rasa, punya nafsu, punya klangenan (bahasa jawa yang berarti kesukaan yang sudah mencandu)….tidak mudah dong menghentikannya begitu saja. Saya katakan TEGAS SAJA. “STOP NOW!”. Walau sejenak, kita hentikan dulu.

Setelah kita berhasil hentikan, walaupun beberapa saat saja, tegaskan pada diri sendiri sampai berapa lama kita akan sanggup berhenti. Idealnya memang langsung menghentikannya tanpa alasan apapun. Namun me-manage manusia harus dengan cara-cara manusiawi juga. Langkah ke dua tadi adalah langkah untuk membuktikan bahwa kita bisa menghentikannya. Bisa “Say NO” walaupun hanya beberapa saat saja. Tetapi itu prestasi luar biasa. Anda sudah berhasil memerintah diri sendiri. Ini yang lebih penting. Anda berhasil memerintah diri sendiri! Nah di langkah ke tiga ini anda tentukan “Target”, berapa lama kita akan dalam posisi berhenti. Posisi NO. Katakanlah satu jam. Ya sudah, hari ini Anda berhasil berhenti satu jam! Kok gak langsung tegaskan saja BERHENTI forever? Kalau bisa silakan. Tetapi sekali lagi saya tegaskan di sini kita perlu mengatasi masalah-masalah kita secara manusiawi karena kita manusia. Jadi, sebagai langkah awal, katakanlah kita hentikan chating kita dalam satu jam. Apa yang harus kita lakukan dalam satu jam “gencatan senjata” tersebut?
Dalam satu jam “break” tersebut lakukan pekerjaan-pekerjaan yang sangat penting dan tidak bisa ditunda. Dalam satu jam tersebut posisikan diri kita sebagai seorang profesional, yang dalam satu jam harus mengerjakan sesuatu sesuai target. “I’m a professional! ” demikian yakinkan kepada diri sendiri. Jadikan satu jam tersebut momen yang membanggakan karena kita berhasil mengerjakan sesuatu yang sangat berarti dalam waktu yang sangat terbatas. Setelah satu jam berlalu dan kita berhasil mengerjakan sesuatu yang membanggakan, apa lagi yang harus kita lakukan? Kembali chating lagi? Kembali ngobrol lagi? Kembali buka situs “itu” lagi? Ha…ini jawaban yang mungkin mengejutkan Anda. Iya, boleh saja!

Boleh kembali melakukan kebiasaan buruk lagi? Yang bener saja! Nah…sudah saya bilang, saya ingin memperlakukan manusia sebagai manusia. Dari pada ber pura-pura mengapa tidak kita kelola saja dengan profesioal. Tadi kita kan dalam satu jam sudah berhasil menjadi seorang profesional, yang dalam waktu tertentu harus mencapai target. Sekarang kita juga bisa profesional dong…dalam waktu tertentu kita bisa kembali melakukan kebiasaan yang sudah kita sadari akan merugikan kita, tetapi waktunya juga dibatasi. Saya hanya akan chating lagi dalam 30 menit ke depan. Ayo kita profesional di sini. 30 menit ya 30 menit. Perintah diri sendiri agar membatasi 30 menit saja. Setelah 30 menit? Ya berhenti. Kan profesional? Kita harus kembali mengerjakan proyek kita berikutnya. Tentunya proyek yang membikin kita bangga pada diri sendiri. Bagi seorang mahasiswa, proyek berikutnya bisa mengerjakan tugas, atau membaca bab-bab buku tertentu yang wajib dibaca, atau bahkan bisa saja menyeletika baju. Bagi seorang karyawan, proyek berikutnya bisa membaca buku bermanfaat, membaca koran hari ini yang belum sempat dibaca, atau menyelesaikan pekerjaan penting yang tertunda.

Cara-cara ini memang nampaknya model main paksa saja, tidak ilmiah. Tidak ada aktivitas “ilmiah” seperti mengidentifikasi aspek positif dan aspek negatif dari kebiasaan kita, kemudian memprediksi akibat yang dapat ditimbulkan, membuat daftar tindakan negatif, membuat daftar tidakan positif, analisa alternatif pemecahan masalah, dan…..aktivitas yang `nampaknya’ ilmiah lainnya. Saya katakan disini bahwa saya sedang mengajak Anda unuk berani berkata TIDAK, untuk tidak terhanyut oleh kebiasaan yang tidak menguntungkan! Saya mau result! Hasil! Dengan cara yang sederhana tetapi efektif. Analisa ini dan itu baik sekali kalau Anda lakukan juga. Kalau Anda berhasil merumuskan dengan sistematik permasalahan Anda dan alternatif pemecahannya itu akan lebih baik lagi. Tetapi karena saya ingin Anda berhasil segera, maka yang saya tegaskan disini adalah Anda harus berani berkata “TIDAK” pada diri sendiri. Dare to say NO!

*) Agung Praptapa, adalah seorang dosen, pengelola Program Pascasarjana Manajemen di Universitas Jenderal Soedirman, dan juga Direktur AP Consulting, yang memberikan jasa konsultasi bisnis dan training di bidang personal and organizational development. Alumni UNDIP, dan kemudian melanjutkan studi pascasarjana ke Amerika dan Australia, di University of Central Arkansas dan University of Wollongong. Mengikuti training dan mempresentasikan karyanya di berbagai universitas di dalam negeri maupun di luar negeri termasuk di Ohio State University, Kent State University, Harvard University, dan University of London.

Categories: Motivasi, Sinaung

Memahami Penyakit Psikosomatis

Oleh: Adi W Gunawan *

Baru-baru in saya mendapat klien, seorang pria, sebut saja Pak Rudi, yang mengeluh sakit kepala sebelah yang sudah berlangsung sekitar 6 bulan. Pak Rudi telah berobat ke dokter, telah melakukan cek darah lengkap, dan bahkan telah menjalani CT Scan dan MRI. Hasil pemeriksaan laboratorium menyatakan Pak Rudi sehat, sama sekali tidak ada masalah.

Tidak puas dengan hasil pemeriksaan lab dalam negeri, Pak Rudi memutuskan berobat ke negeri jiran dan kembali menjalani pemeriksaan menyeluruh. Hasilnya? Sama, Pak Rudi dinyatakan sepenuhnya sehat. Dokter tidak bisa menemukan apa yang menyebabkan sakit kepala Pak Rudi.

Dokter di dalam negeri dan di negeri jiran sama-sama mengatakan bahwa sakit kepala Pak Rudi ini disebabkan karena pikiran, bukan karena masalah fisik. Mereka menyarankan Pak Rudi untuk tidak banyak pikiran, hidup lebih santai, berolahraga, dan kalau perlu mengambil cuti dan berlibur untuk menenangkan pikiran.

Pembaca, apa yang dialami oleh Pak Rudi dikenal sebagai penyakit psikosomatis. Psiko artinya pikiran dan soma artinya tubuh. Jadi, penyakit psikosomatis artinya penyakit yang timbul atau disebabkan oleh kondisi mental atau emosi seseorang. Penyakit ini juga disebut dengan penyakit akibat stress. Penyakit psikosomatis sekarang sering disebut dengan penyakit psikofisologis. Namanya saja yang sedikit berbeda namun maknanya sama.

Salah satu hipnoterapis alumnus Quantum Hypnosis Indonesia juga pernah menangani klien, seorang wanita, yang alergi gula atau makanan yang manis. Jika ia makan permen atau minum minuman yang manis maka seluruh tubuhnya akan gatal dan bengkak. Yang aneh adalah bila ia makan nasi atau roti tidak apa-apa. Padahal yang namanya gula itu kan glukosa. Bukankah karbohidrat setelah masuk ke tubuh akan diubah menjadi glukosa? Secara logika, harusnya kalau ia makan nasi atau roti maka reaksi tubuhnya akan sama dengan makan permen atau minum minuman yang manis.

Banyak orang menderit penyakit psikosomatis namun tidak menyadarinya. Mereka biasanya akan terus berusaha sembuh dari sakit yang dideritanya dengan terus berobat namun tidak bisa sembuh. Kalaupun ada perubahan biasanya intensitas penyakitnya saja yang menurun tapi tidak bisa sembuh total. Selang beberapa saat biasanya akan kambuh lagi dan bisa lebih parah dari sebelumnya.

Baik Pak Rudi dan klien wanita ini sembuh hanya dalam satu sesi terapi setelah akar masalah yang mengakibatkan penyakit psikosomatisnya berhasil ditemukan dan dibereskan.

Apa saja sakit yang masuk kategori psikosomatis? Semua sakit fisik yang disebabkan oleh kondisi mental atau emosi penderitanya; mulai sakit kepala, sesak napas, badan lemas lunglai tak bertenaga, jantung berdebar, sulit tidur, sakit maag, mata berkunang-kunang, bahkan lumpuh, dan masih banyak lagi.

Bagaimana Terjadinya?

Untuk memahami terjadinya penyakit psikosomatis kita perlu mencermati hukum pikiran dan pengaruh emosi terhadap tubuh. Ada banyak hukum yang mengatur cara kerja pikiran, salah duanya adalah:
• Setiap pikiran atau ide mengakibatkan reaksi fisik.
• Simtom yang muncul dari emosi cederung akan mengakibatkan perubahan pada tubuh fisik bila simtom ini bertahan cukup lama.

Hukum pertama mengatakan setiap pikiran atau ide mengakibatkan reaksi fisik. Bila seseorang berpikir, secara konsisten, dan meyakinkan dirinya bahwa ia sakit jantung, maka cepat atau lambat ia akan mulai merasa tidak nyaman di daerah dada, yang ia yakini sebagai gejala sakit jantung. Bila ide ini terus menerus dipikirkan dan akhirnya ia menjadi sangat yakin, menjadi belief, karena gejalanya memang “benar” adalah gejala sakit jantung maka, sesuai dengan bunyi hukum yang kedua, ia akan benar-benar sakit jantung.

Biasanya orang tidak akan secara sadar menginginkan mengalami sakit tertentu. Umunya yang mereka rasakan adalah suatu perasaan tidak nyaman, secara emosi. Sayangnya mereka tidak mengerti bahwa perasaan tidak nyaman ini sebenarnya adalah salah satu bentuk komunikasi dari pikiran bawah sadar ke pikiran sadar.

Ada lima cara pikiran bawah sadar berkomunikasi dengan pikiran sadar. Bisa melalui perasaan, kondisi fisik, intuisi, mimpi, dan dialog internal. Umumnya pikiran bawah sadar menyampaikan pesan melalui perasaan atau emosi tertentu. Bila emosi ini tidak ditanggapi atau diperhatikan maka ia akan menaikkan level intensitas pesannya menjadi suatu bentuk gangguan fisik dan terjadilah yang disebut dengan penyakit psikosomatis.

David Cheek M.D., dan Leslie LeCron menulis dalam buku mereka, Clinical Hypotherapy (1968), terdapat 7 hal yang bisa mengakibatkan penyakit psikosomatis:
-Internal Conflict : konflik diri yang melibatkan minimal 2 Part atau Ego State.
-Organ Language : bahasa yang digunakan oleh seseorang dalam mengungkapkan perasaannya. Misalnya, “Ia bagaikan duri dalam daging yang membuat tubuh saya sakit sekali.” Bila pernyataan ini sering diulang maka pikiran bawah sadar akan membuat bagian tubuh tertentu menjadi sakit sesuai dengan semantik yang digunakan oleh klien.
-Motivation / Secondary Gain: keuntungan yang bisa didapat seseorang dengan sakit yang dideritanya, misalnya perhatian dari orangtua, suami, istri, atau lingkungannya, atau menghindar dari beban tanggung jawab tertentu.
-Past Experience : pengalaman di masa lalu yang bersifat traumatik yang mengkibatkan munculnya emosi negatif yang intens dalam diri seseorang.
-Identification : penyakit muncul karena klien mengidentifikasi dengan seseorang atau figur otoritas yang ia kagumi atau hormati. Klien akan mengalami sakit seperti yang dialami oleh figur otoritas itu.
-Self Punishment : pikiran bawah sadar membuat klien sakit karena klien punya perasaan bersalah akibat dari melakukan suatu tindakan yang bertentangan dengan nilai hidup yang klien pegang.
-Imprint : program pikiran yang masuk ke pikiran bawah sadar saat seseorang mengalami emosi yang intens. Salah satu contohnya adalah orangtua menanam program ke pikiran bawah sadar anak dengan berkata, “Jangan sampai kehujanan, nanti bisa flu, pilek, dan demam.”

Sedangkan Tebbets, pakar hipnoterapi terkemuka, mengatakan bahwa kebanyakan penyakit bersifat psikosomatik dan dipilih (untuk dimunculkan) pada level pikiran bawah sadar untuk lari dari suatu situasi yang dipersepsikan sebagai suatu tekanan mental yang berlebihan (overload) yang disebabkan oleh emosi destruktif seperti marah, benci, dendam, takut, dan perasaan bersalah.

Bagaimana Mengatasinya?

Karena yang menjadi sumber masalah sebenarnya adalah emosi maka terapis harus mampu membantu klien memproses emosi terpendam yang menjadi sumber masalah.

Tebbets mengatakan bahwa ada 4 langkah yang harus dilakukan untuk mengatasi penyakit psikosomatis dan menghilangkan simtomnya melalui teknik uncovering:
1. Memori yang menyebabkan munculnya simtom harus dimunculkan dan dibawa ke level pikiran sadar sehingga diketahui.
2. Perasaan atau emosi yang berhubungan dengan memori ini harus kembali dialami dan dirasakan oleh klien.
3. Menemukan hubungan antara simtom dan memori.
4. Harus terjadi pembelajaran pada secara emosi atau pada level pikiran bawah sadar, sehingga memungkinkan seseorang membuat keputusan, di masa depan, yang mana keputusannya tidak lagi dipengaruhi oleh materi yang ditekan (repressed content) di pikiran bawah sadar.

Mencari tahu apa yang menjadi sumber masalah dilakukan dengan hypnoanalysis mendalam. Ada banyak teknik hipnoterapi yang bisa digunakan untuk melakukan hypnoanalysis. Setelah itu, emosi yang berhubungan dengan memori dialami kembali, dikeluarkan, diproses, dan di-release. Dan yang paling penting adalah kita mengerti pesan yang selama ini berusaha disampaikan oleh pikiran bawah sadar dengan membuat klien mengalami penyakit psikosomatis. Baru setelah itu proses kesembuhan bisa terjadi.

Pada saat alasan untuk terciptanya penyakit psikosomatis telah berhasil dihilangkan maka pikiran bawah sadar tidak lagi punya alasan untuk mempertahankan penyakit itu atau memunculkannya lagi di masa mendatang.

Saya akhiri artikel ini dengan kalimat bijak yang disampaikan oleh Dr. Raymond Charles Barker, “When there is a problem, there is not something to do. There is something to know.”

* Adi W. Gunawan, lebih dikenal sebagai Re-Educator and Mind Navigator, adalah pakar pendidikan dan mind technology dan neuro-feedback, pembicara publik, dan trainer yang telah berbicara di berbagai kota besar di dalam dan luar negeri.

Categories: Motivasi, My Diary, Sinaung

Introduction to Mapserver

April 19, 2010 1 komentar

Sumber: yadirosadi.web.id

Categories: Sinaung, XML

Convert java to jar Mengunakan Command Prompt

Categories: Java Tutorial, Sinaung

Setting Driver Database di Eclipse

Setting database merupakan suatu hal yang mutlak dilakukan, terutama jika kita berencana membuat aplikasi yang menggunkakan database. Nah kali ini saya coba sedikit berbagi yang saya ketahui. Setting driver database pada eclipse tergolong mudah, ga percaya???? Ikuti langkah berikut ini: 1. langkah pertama adalah buat project baru. (pelajari cara buat project baru di eclipse di sini). 2. klik kanan pada project kemudian pilih properties.

3. setelah dialog terbuka, pilih java build path, kemudian pilih tab Libraries. Klik pada tombol Add External JARs.

4. Pilih driver yang di akan di gunakan

5. setelah itu maka akan tampak tambahan libraries baru pada dialog box.

6. satulahngkah lagi yang harus diingat, pilih tab Other and Export kemudian centang library baru tersebut. Klik OK

Lho buat apa dicentang???? Fungsinya adalah pada saat kita akan mendestribusikan hasil kerja kita maka otomatis eclipse akan menyertakan library yang kita centang ini. Yang gitu deh kira-kira. Waktunya mencoba…. Sekarang siap deh untuk bekerja tanpa adlagi pesan error karena driver database yang dimaksud tidak ditemukan ata eror-eror lainnya. Neeh contonya:

Ya udah sekarang saatnya untuk mencoba sendiri.

Sumber: BlackOnta

Kepedulian dari Titik Nol

Oleh: Sonny Wibisono *

“A bone to the dog is not charity. Charity is the bone shared with the dog, when you are just as hungry as the dog.”
– Jack London, pelaut dan penulis asal Amerika Serikat, 1876 – 1916

DI layar kaca, seorang perempuan terlihat kehausan. Entah apa sebabnya, di kantong celananya hanya tersisa sedikit uang. Jangankan untuk mereguk minuman favoritnya berupa teh yang dikemas dalam botol, untuk membeli segelas air putih saja uang itu tidaklah cukup. Bak seorang peminta-minta, dia pun berkeliling. Tujuannya satu, dia ingin mendapatkan tambahan uang sebanyak lima ratus perak. Namun apa yang terjadi? Tak satu pun yang memberi. Fuih, kejam nian Jakarta ini.

Syukurlah, sang penolong itu datang juga. Seorang pemulung, yang pakaiannya kucel minta ampun, malah memberikan si perempuan cantik itu uang lima ratus peraknya. Padahal dia baru saja mengenalnya pada saat itu. Si perempuan itu pun bersorak gembira. Dia segera membeli minuman untuk melepaskan dahaganya. Dan, glek-glek, air dalam gelas plastik itu meluncur ke dalam kerongkongannya. Si pemulung pun tersenyum. Pertolongannya memberikan manfaat bagi orang lain. Namun kepuasan si pemulung tak berhenti sampai di situ. Dia ternyata jatuh haru ketika mendapatkan ’uang pengganti’ yang berjumlah jutaan rupiah. Itulah potongan acara reality show yang ditayangkan salah satu televisi swasta. Suatu acara yang dikemas sedemikian rupa, dengan tujuan menguji seseorang, apakah dia mau menolong orang lain pada saat dia sendiri sedang dalam kesulitan.

Penonton televisi di negeri ini mungkin sudah jenuh dengan acara seperti itu. Sudah jelas banyak hal yang tidak masuk akal. Mosok si gadis cantik itu tak punya uang, padahal dandanannya keren abis. Atau, masa sih, penjual minuman sama sekali tak mau memberikan diskon pada pembelinya? Ragam pertanyaan itu akhirnya hanya berujung pada soal rating sebuah acara. Nah sekarang, lupakan soal apakah acara itu rekayasa atau bukan. Ada nilai positif dari kisah di layar kaca tersebut. Betapa seorang pemulung yang serba kekurangan, ternyata masih mau mengulurkan tangannya pada orang lain. Itu poin pentingnya.

Uang lima ratus perak bagi seorang pemulung tentulah sangat berharga. Dalam suatu artikel di surat kabar, seorang pemulung menjual hasil yang didapatnya selama sehari penuh, yang mungkin tak banyak jumlahnya. Setelah cukup untuk makan, uang recehan tersisa yang didapatnya kemudian ditabung. Uang itulah yang digunakan untuk keperluan sehari-hari mereka di lain waktu. Prinsip mereka sederhana sekali, menabung sedikit-demi sedikit, lama-lama menjadi bukit. Terlihat, begitu berharganya uang receh bagi mereka. Jadi, kerelaan pemberian yang dilakukan pemulung tersebut sungguh luar biasa.

Berbagi saat kita mempunyai kelebihan memang sesuatu yang sangat dianjurkan. Tapi berbagi saat kita sendiri mengalami kekurangan, mungkin suatu hal yang sulit dilakukan. Bayangkanlah seandainya kita menjadi seorang pemulung tadi. Pada saat kekurangan itulah, keikhlasan dan kesabaran kita sesungguhnya diuji. Dan bukankah kesabaran seorang diuji di saat mereka berada dalam kekurangan?

Berbagi di kala kekurangan merupakan esensi dari sebuah pertolongan. Saat kita merasa tak berkecukupan, namun bisa memberikan pertolongan pada orang yang membutuhkan, akan menimbulkan rasa bahagia yang tak terkira. Disanalah kita akan merasakan apa yang dirasakan oleh orang yang mengalami kesulitan tersebut. Sadar atau tidak, kita telah melakukan empati. Melakukan empati, pada dasarnya kita mencoba ’mendengarkan’ seseorang hingga ke dasar terdalam cara berpikirnya. Kita pun mencoba mendalaminya, dan mencoba melihat dari sudut pandang pemahamannya. Termasuk juga dapat memahami apa yang dirasakannya. Apa yang dirasakan orang yang kesulitan dan membutuhkan uluran tangan kita itu pulalah yang saat itu kita rasakan. Singkat kata, empati adalah bersatunya rasa.

Kebahagiaan memang dapat diperoleh dengan berbagai cara. Memberi dalam keadaan berkelimpahan atau mampu, mungkin merupakan suatu kebahagiaan tersendiri bagi sang pemberi. Tapi, kebahagiaan memberi di saat kekurangan, bisa jadi merupakan sesuatu hal yang sungguh-sungguh indah. Patut diingat, bahwa memberi tentu saja tak harus berupa materi. Ia dapat berupa apa saja. Memberi senyum dikala hati seseorang sedang gundah tentu memberi makna yang berbeda dikala ia tersenyum dalam keadaan hatinya riang gembira.

Nah, mulai saat ini, tak perlu ragu untuk memberi. Memberi apa pun. Memberi senyuman. Memberi kebajikan. Memberi materi. Dan tak perlu melihat lagi berapa isi dompet Anda untuk menghitung uang yang akan tersisa. Orang bijak berkata, saat berbuat kebaikan pada orang lain, sesungguhnya kita sedang membantu diri sendiri, agar menjadi lebih bahagia. Bukan begitu sahabat?

*) Sonny Wibisono, penulis buku ‘Message of Monday’, PT Elex Media
Komputindo, 2009

Categories: Motivasi, Sinaung

Pesan Ibu

Maret 1, 2010 1 komentar

Oleh: Andrie Wongso *

Suatu hari, tampak seorang pemuda tergesa-gesa memasuki sebuah restoran karena kelaparan sejak pagi belum sarapan. Setelah memesan makanan, seorang anak penjaja kue menghampirinya, “Om, beli kue Om, masih hangat dan enak rasanya!”

“Tidak Dik, saya mau makan nasi saja,” kata si pemuda menolak.

Sambil tersenyum si anak pun berlalu dan menunggu di luar restoran.

Melihat si pemuda telah selesai menyantap makanannya, si anak menghampiri lagi dan menyodorkan kuenya. Si pemuda sambil beranjak ke kasir hendak membayar makanan berkata, “Tidak Dik, saya sudah kenyang.”

Sambil berkukuh mengikuti si pemuda, si anak berkata, “Kuenya bisa dibuat oleh-oleh pulang, Om.”

Dompet yang belum sempat dimasukkan ke kantong pun dibukanya kembali. Dikeluarkannya dua lembar ribuan dan ia mengangsurkan ke anak penjual kue. “Saya tidak mau kuenya. Uang ini anggap saja sedekah dari saya.”

Dengan senang hati diterimanya uang itu. Lalu, dia bergegas ke luar restoran, dan memberikan uang pemberian tadi kepada pengemis yang berada di depan restoran.

Si pemuda memperhatikan dengan seksama. Dia merasa heran dan sedikit tersinggung. Ia langsung menegur, “Hai adik kecil, kenapa uangnya kamu berikan kepada orang lain? Kamu berjualan kan untuk mendapatkan uang. Kenapa setelah uang ada di tanganmu, malah kamu berikan ke si pengemis itu?”

“Om, saya mohon maaf. Jangan marah ya. Ibu saya mengajarkan kepada saya untuk mendapatkan uang dari usaha berjualan atas jerih payah sendiri, bukan dari mengemis. Kue-kue ini dibuat oleh ibu saya sendiri dan ibu pasti kecewa, marah, dan sedih, jika saya menerima uang dari Om bukan hasil dari menjual kue. Tadi Om bilang, uang sedekah, maka uangnya saya berikan kepada pengemis itu.”

Si pemuda merasa takjub dan menganggukkan kepala tanda mengerti. “Baiklah, berapa banyak kue yang kamu bawa? Saya borong semua untuk oleh-oleh.” Si anak pun segera menghitung dengan gembira.

Sambil menyerahkan uang si pemuda berkata, “Terima kasih Dik, atas pelajaran hari ini. Sampaikan salam saya kepada ibumu.”

Walaupun tidak mengerti tentang pelajaran apa yang dikatakan si pemuda, dengan gembira diterimanya uang itu sambil berucap, “Terima kasih, Om. Ibu saya pasti akan gembira sekali, hasil kerja kerasnya dihargai dan itu sangat berarti bagi kehidupan kami.”

Teman-teman yang luar biasa,

Ini sebuah ilustrasi tentang sikap perjuangan hidup yang POSITIF dan TERHORMAT. Walaupun mereka miskin harta, tetapi mereka kaya mental! Menyikapi kemiskinan bukan dengan mengemis dan minta belas kasihan dari orang lain. Tapi dengan bekerja keras, jujur, dan membanting tulang.

Jika setiap manusia mau melatih dan mengembangkan kekayaan mental di dalam menjalani kehidupan ini, lambat atau cepat kekayaan mental yang telah kita miliki itu akan mengkristal menjadi karakter, dan karakter itulah yang akan menjadi embrio dari kesuksesan sejati yang mampu kita ukir dengan gemilang.

Salam sukses luar biasa!

Categories: Motivasi, Sinaung

Ayo Jaga Stamina Semangat, Jangan Loyo

Februari 18, 2010 Tinggalkan komentar

Oleh: Agung Praptapa *

“Jangan biarkan semangat sukses mengendor. Buatlah rangsangan supaya semangat sukses tetap membara”

Semangat memang bisa naik dan bisa turun. Terkadang kita sangat bersemangat untuk mengerjakan sesuatu. Pada kesempatan lain, kita sudah tidak lagi bersemangat. Salah seorang kenalan saya yang berobsesi menjadi seorang pengusaha sukses, beberapa saat yang lalu sangat bersemangat untuk mengembangkan bisnisnya. “Bisnis dengan model kecil dengan penghasilan luar biasa” demikian Ia memberi label pada bisnisnya. Namun saat ini Ia saya lihat tidak terlampau bersemangat seperti sedia kala. Teman saya lainnya memiliki obsesi menjadi seorang penulis terkenal. Saat sedang semangat-semangatny a menulis, Ia mentargetkan menulis satu artikel setiap hari. Hasilnya saat itu memang luar biasa. Dalam satu bulan Ia mampu menyelesaikan satu draft buku. Sayang sekali semangat itu mulai mengendor. Saat saya tanya tentang kemajuan tulisan-tulisannya dikatakannya bahwa Ia sendiri tidak tahu mengapa saat ini semangatnya mengendor. “Gimana sih biar kita bisa menjaga semangat supaya konsisten tetap semangat?” demikian pertanyaan yang kemudian Ia munculkan. Tulisan ini mencoba menjawab pertanyaan teman saya tadi, yaitu supaya kita bisa menjaga stamina semangat kita, biar “ON” terus, gak pernah loyo.

Seseorang akan memiliki semangat untuk mengerjakan sesuatu apabila Ia memiliki rangsangan yang cukup untuk mengerjakan hal tersebut. Rangsangan tersebut bisa datang dari diri sendiri maupun datang dari orang lain. Rangsangan yang datang dari diri sendiri berkaitan dengan keinginan orang tersebut untuk mewujudkan sesuatu. Sebagai contoh, seseorang yang menginginkan untuk memiliki bisnis restoran akan memiliki semangat untuk mewujudkan berdirinya sebuah restoran. Semakin besar keinginan untuk memiliki sesuatu akan semakin besar pula semangat kita untuk mengerjakan sesuatu. Semakin besar keinginannya akan semakin besar pula semangatnya. Untuk itu agar kita memiliki semangat yang membara maka kita harus jaga keinginan kita untuk mewujudkan sesuatu.

Buatlah imajinasi yang mendorong kita ingin mewujudkan keinginan kita. Seorang yang ingin menulis sebuah buku akan terjaga semangatnya apabila Ia sering berimajinasi tentang buku-bukunya yang dipajang di toko buku dan kesibukannya melayani pembaca yang minta tanda tangan. Berimajinasi itu gratis! Mengapa tidak sering lakukan? Berimajinasi itu tidak akan membuat kita malu karena tidak ada orang lain yang tahu. Maka kita tidak perlu ragu-ragu untuk berimajinasi. Dari mana harus memulai, ingin dulu atau imajinasi dulu? Dua-duanya bisa. Kalau kita sudah memiliki keinginan maka berimajinasilah. Namun bisa juga sebaliknya, kita berimajinasi kemudian keinginan akan muncul.

Rangsangan yang membangkitkan semangat kita bisa juga datang dari orang lain. Teman kita yang sukses dalam hal tertentu akan merangsang kita untuk melakukan hal yang sama. Saya ingat saat saya berhasil menulis sebuah buku yang berjudul “the art of controlling people” yang kemudian diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama, teman-teman saya banyak yang terangsang untuk menulis juga. Saya amati beberapa dari mereka kemudian menyisihkan waktu di tengah kesibukannya untuk menulis. Kalau demikian, agar kita terangsang maka kita perlu bergaul dengan orang-orang yang menurut pertimbangan kita akan merangsang semangat kita untuk mengerjakan hal tertentu. Kalau kita ingin menjadi penyanyi akan lebih kondusif apabila kita sering berada di tengah masyarakat yang menekuni dunia entertainment. Seseorang yang memiliki obsesi menjadi penyanyi mungkin tidak akan terangsang semangatnya apabila berada di sekitar ilmuwan. Demikian pula sebaliknya. Seseorang yang memiliki obsesi menjadi seorang ilmuwan akan terangsang semangatnya apabila berada di sekitar para ilmuwan, apabila menyaksikan presentasi dari profesor terkenal, atau hadir dalam seminar-seminar.

Agar kita bisa menjaga semangat kita agar tetap berstamina dan tidak loyo cobalah simak beberapa anjuran yang saya dapatkan dari beberapa sumber:
a. Terus bangkitkan keinginan untuk mendapatkan sesuatu
b. Beradalah di sekitar orang-orang yang akan membuat Anda bersemangat untuk maju.
c. Jangan berhenti berimajinasi.
d. Hindari pernyataan diri yang akan menurunkan semangat kita seperti aku sudah terlambat untuk memulai, aku terlampau muda, aku terlampau tua, aku tidak berbakat, aku tidak secerdas mereka, pendidikanku tidak sehebat mereka, aku tidak kaya seperti mereka, dan sebagainya.
e. Terus tanamkan ion-ion positif di dalam pikiran kita. Jaga pikiran positif kita.
f. Jangan biarkan ion negatif masuk dalam pikiran kita. Buanglah pikiran negatif.
g. Bergembiralah kalau ada orang yang sukses, kemudian berdoalah agar kita bisa juga seperti mereka.
h. Segera lakukan action pada apa yang kita inginkan. Perjalanan ribuan kilometer hanya akan bisa kita capai bila kita melangkah untuk pertama kalinya, yang kemudian kita susul dengan langkah-langkah berikutnya.
i. Sering-seringlah membaca buku yang membangkitkan semangat.
j. Pilih tayangan televisi yang memberikan semangat.
k. Saat kira sadar bahwa kita sedang tidak bersemangat, segera bangkit, dan kobarkan kembali semangat kita.

Jangan sia-siakan hidup kita. Jangan sia-siakan waktu kita. Jangan biarkan kita loyo. Ayo bangkit. Kita jaga semangat kita untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Jangan biarkan pikiran negatif melemahkan semangat kita. Be positive! Maju terus pantang mundur. Semangat!

*) Agung Praptapa adalah seorang dosen, konsultan manajemen & akuntansi, dan trainer di bidang pengembangan diri dan pengembangan organisasi. Penulis buku “The Art of Controlling People” (Gramedia, 2009).

Categories: Motivasi, Sinaung

Model Epidemologi

Februari 17, 2010 Tinggalkan komentar

Matematika Biologi

Model Epidemologi

Download

Categories: Kuliah Q, Sinaung

Pesan dari Einstein

Februari 16, 2010 Tinggalkan komentar

Oleh: Sonny Wibisono *

“There are two ways to live your life. One is as though nothing is a miracle, the other is as though everything is a miracle.”
– Albert Einstein, fisikawan

MENJENGUK teman tidaklah cukup hanya dengan membawa sekeranjang buah jeruk, tetapi juga keluasan hati untuk mendengarkan curahan hatinya. Sepekan lalu, saya menjenguk seorang teman lama. Dia terbaring di tempat tidur. Agak aneh bin terkejut juga. Padahal diantara teman-teman saya yang lain, dia paling giat berolahraga. Nge-gym, yang saat ini menjadi bagian gaya hidup kaum urban, menjadi makanan sehari-harinya. Namun apakah sebabnya tubuh gagahnya kini menjadi lunglai?

Manusia berbeda dengan mobil tentu saja. Biarpun tubuh masih fit, tapi kalau hati sedang gundah-gulana, semua bisa berantakan. Nah, ternyata penyakit itu yang kini menerpa dia. Ia merasa kesal luar biasa hanya karena teman setimnya di kantornya dipromosikan ke jenjang yang lebih tinggi, sedangkan ia tidak. Promosi yang berarti, pangkat naik, gajipun meningkat drastis.

Padahal menurutnya, dia dan temannya itu sama-sama melakukan pekerjaan dengan baik. Maklum, mereka berada dalam satu tim. Bekerja bersama, jatuh bangun bersama. Tapi apa mau dikata, ia tidak mendapatkan promosi. Ia merasa tertekan, dan memikirkan hal ini selama berhari-hari. Itu yang menyebabkan kenapa ia harus istrirahat.

Bukan lantaran sok tahu. Namun saya mencoba untuk mengingatkan sesuatu padanya. Dengan setengah tak enak hati, saya bertanya padanya: apakah bila ia memikirkan hal tersebut akan dapat mengubah hasilnya? Ia bakal promosi misalnya? Dia diam seribu bahasa. Namun ekpresi wajahnya seakan ingin mengatakan: Tidaakkkk!

Hal ini sebenarnya tak beda jauh ketika saya menghadiri acara dialog politik beberapa bulan yang lalu. Seorang peserta bertanya kepada seorang tokoh yang menjadi narasumber, bagaimana ditengah gempuran lawan-lawan politiknya ia tetap tenang dan terlihat menikmati hidupnya. Pertanyaannya sederhana, bagaimana ia mengatasi hal itu?

Ia berkata bahwa ia tak memiliki resep khusus. Ia hanya mengatakan bahwa ia teringat akan ucapan fisikawan terkenal Albert Einstein, “There are two ways to live your life. One is as though nothing is a miracle, the other is as though everything is a miracle.” Dengan kata lain, ia ingin mengatakan bahwa ada dua cara untuk menikmati hidup ini, yang pertama, anggap saja suatu peristiwa bukan sebagai suatu keajaiban, dan kedua, anggaplah peristiwa tersebut sebagai suatu keajaiban. Atau secara kasar, untuk hal yang pertama dapat dikatakan, anggaplah peristiwa itu tak pernah ada.

Dalam hidup sehari-hari, kita sering disuguhi masalah-masalah sepele, tetapi justeru karena saking sepelenya, malah menguras energi kita. Waktu, tenaga, dan pikiran habis terbuang percuma untuk memikirkan hal-hal yang tidak perlu tersebut. Rupanya di situlah letak keberhasilan Einstein sebagai tokoh besar di planet ini.

Dia bukan sekadar ahli fisika. Dia justeru mengajarkan bagaimana kita menghargai hidup ini. Bahwa anggap saja kejadian yang tidak penting itu tidak pernah ada. Membuang energi untuk hal-hal yang tidak perlu, sungguh mubazir dan melelahkan. Istilahnya: gak penting banget! Malah bikin jadi penyakit. Waktu yang kita punya, alangkah lebih bermakna bila diisi dengan melakukan hal-hal yang bermanfaat dan positif, ketimbang memikirkan sesuatu yang kita tahu bakal tak ada gunanya. Is that right, brother?

*) Sonny Wibisono, penulis buku ‘Message of Monday’, PT Elex Media
Komputindo, 2009

Categories: Motivasi, My Diary, Sinaung

Berikan Cintamu Kepada orang Tua

Februari 13, 2010 Tinggalkan komentar

oleh: Andrew Ho *

“Cinta orang tua sepanjang masa, cinta anak sepanjang galah.”

Master Cheng Yen pernah berkata,”2 hal yang tidak bisa ditunda adalah beramal dan berbakti kepada orang tua Anda.”

Konon ada sepasang suami istri lansia hidup di pedesaan di daerah terpencil. Sang suami adalah seorang profesor dan mantan dosen yang sudah pensiun 10 tahun lalu. Sejak 10 tahun pula pasangan tersebut hidup di desa, menjalankan aktifitas berkebun, membaca, jalan-jalan, dan seterusnya selalu bersama-sama.

Suatu hari, sang istri tiba-tiba meninggal dunia saat istirahat. Kenyataan tersebut sangat memukul sang profesor. Ia tak pernah menduga akan kehilangan satu-satunya teman hidup yang mencintai dan setia menemani di usia senjanya.

Dua minggu berlalu, tetapi sang profesor mulai bertingkah aneh. Ia membagi-bagikan bunga kepada para tetangga dan mengembalikan semua buku yang pernah ia pinjam. Ia bahkan menemui seorang notaris dan menitipkan surat wasiatnya.

Pada suatu malam, ia menulis surat wasiat lagi. Di hadapannya sudah tersedia sebotol racun yang akan segera ia tenggak agar dapat menyusul cintanya yang sudah pergi mendahului. Belum sempat ia meraih botol racun tersebut, tiba-tiba telponnya berdering.

Dengan terpaksa ia bangun dari tempat duduk dan meraih gagang telpon. Di seberang telpon ia mendengar suara yang sangat ia kenal. “Ayah, saya sekarang ada di bandara. Saya ingin pulang ke rumah dan mendampingi ayah,” ujar putri satu-satunya.

Profesor tersebut sangat bahagia mendengar kabar tersebut. Ia merasa masih disayangi dan dicintai. Serta merta ia mengurungkan niat minum racun. Suatu ketika ia bercerita kepada salah seorang temannya, “Sesuatu yang paling berkesan sehingga saya urung bunuh diri, bukanlah ilmu pengetahuan, dokter jiwa, atau kekayaan, melainkan perasaan dicintai.”

Suatu ketika nanti akan tiba saat kehadiran kita sangat dibutuhkan oleh orang tua, nenek dan kakek, atau siapapun yang telah merawat dan membesarkan kita. Bila saat tersebut tiba, mungkin mereka tak pernah mengaku atau berterus terang bahwa mereka sangat membutuhkan kehadiran kita.

Keadaan mereka mungkin mirip dengan keadaan kita sewaktu masih bayi dan sangat membutuhkan kasih sayang and perlindungan mereka. Sekarang mereka membutuhkan kita seperti kita dulu membutuhkan mereka untuk dapat bertahan hidup; mandi, makan, berpakaian dengan layak, dan lain sebagainya. Mungkin kita tak pernah ingat semua kebaikan mereka, tetapi kita harus pahami bahwa mereka telah mencurahkan kasih sayang dan perhatian terbaik untuk kita.

Seiring berjalannya waktu, orang-orang yang telah berjasa itu akan memasuki usia senja. Lalu apakah kita sudah mempersiapkan segala hal untuk membahagiakan dan memberikan rasa nyaman kepada mereka? Tentu saja kita akan memerlukan sejumlah dana, kesabaran atau kemampuan selalu bersikap baik kepada mereka. Mungkin akan terasa berat memberikan perhatian lagi kepada mereka, tetapi cobalah menyimak beberapa hal berikut ini agar kita selalu dapat mengingat perhatian dan kasih sayang mereka yang luar biasa.

1. Ingatlah bahwa merekalah yang menjadikan diri Anda seperti sekarang ini. Mereka memperhatikan semua kebutuhan Anda, setidaknya sampai usia Anda 10 tahun. Ketika kita masih bayi, mereka tak segan mengganti popok, memandikan, menimang, dan kurang tidur karena harus menjaga Anda. Pikirkan bahwa sangat banyak yang telah mereka lakukan untuk Anda.

2. Mereka selalu memberikan yang terbaik untuk Anda. Mereka memilih Anda hadir ke dunia dengan memberi Anda segala yang terbaik dengan sekuat tenaga dan seluruh kemampuan mereka. Adakah tanda cinta lain yang lebih penting dari semua itu?

3. Mereka telah banyak berkorban agar Anda mendapatkan kehidupan yang lebih baik dibandingkan dengan kehidupan mereka sendiri. Apakah Anda sudah mengetahui dan menghargai hal itu? Tidakkah Anda ingin melakukan hal yang sama untuk mereka?

Saya hanya ingin menyampaikan bahwa mereka telah berjuang dan berkorban lebih banyak dari yang pernah Anda dengar atau ketahui. Mereka berusaha keras agar kehidupan Anda relatif lebih mudah. Tidakkah Anda ingin membalas segala yang telah mereka berikan? Sebab mereka berhak mendapatkan kehidupan yang layak, setidaknya kehidupan yang sama seperti yang telah mereka usahakan untuk Anda.

Banyak hal yang bisa kita lakukan sebagai bentuk cinta kita kepada orang tua atau orang-orang yang telah membesarkan kita. Salah satunya adalah dengan mengajak mereka berkomunikasi. Gunakanlah kata-kata yang baik, dan jangan pernah menggunakan kata-kata negatif atau kasar karena pasti hal itu akan membuat hati mereka terluka.

Berikan yang terbaik untuk mereka dengan sepenuh hati. Luangkan waktu bersama, bersikap menyenangkan serta menentramkan hati mereka. Jangan segan jika harus mengagendakan waktu atau biaya ekstra untuk menyenangkan atau untuk perawatan kesehatan ketika mereka sakit.

Mulailah memberikan yang terbaik untuk mereka sekuat tenaga, sebagai bentuk cinta kita terhadap mereka. Sebab jika mereka sudah tidak ada, Anda tidak akan pernah lagi mendapatkan kesempatan membalas cinta kasih mereka. Sekali lagi, jika bukan dari sekarang, belum tentu esok masih ada kesempatan!

* Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku best-seller.

Categories: Motivasi, Sinaung

Bertanya Pada Keheningan

Februari 12, 2010 Tinggalkan komentar

Oleh: Adi W Gunawan *

Judul artikel ini terkesan “aneh”, bukan? Mengapa bertanya pada keheningan dan bukan kepada seseorang? Apakah keheningan bisa memberikan jawaban? Kalau bisa dari mana jawaban itu muncul?

Pembaca, keheningan yang saya maksudkan di sini bukan keheningan malam saat kita semua pulas dalam tidur atau keheningan di puncak gunung saat kita hanya seorang diri menatap langit malam penuh bintang. Keheningan ini juga bukan saat berhentinya aktifitas kehidupan. Keheningan yang saya maksudkan adalah keheningan atau ketenangan pikiran yang penuh hingar bingar.

Untuk lebih memahami apa yang saya tulis di atas maka ijinkan saya untuk menjelaskan sekilas mengenai kesadaran (consciousness) . Untuk bisa memahami kesadaran maka ada dua hal yang perlu kita ketahui. Pertama adalah kondisi kesadaran (state of consciousness) dan muatan kesadaran (content of consciousness) .

Kondisi kesadaran ditentukan oleh pola gelombang otak seseorang pada satu waktu tertentu. Kondisi ini dinamis dan bisa berubah setiap saat. Sedangkan muatan kesadaran adalah isi atau buah pikir (thought) yang muncul bersamaan atau pada suatu keadaan kesadaran tertentu.

Dengan bantuan teknologi EEG yang telah dimodifikasi untuk kebutuhan khusus maka kini kita bisa melihat secara real time kondisi kesadaran seseorang dengan mengamati komposisi gelombang otak yang terdiri dari gelombang beta, alfa, theta, dan delta.

Beta adalah gelombang otak yang paling banyak ditemukan saat seseorang dalam kondisi sadar. Beta juga dikenal dengan gelombang pikiran sadar. Beta dihasilkan oleh aktifitas berpikir. Kisaran frekuensinya antara 12 – 15 Hz. Ada lagi yang disebut dengan High Beta yang lebih tinggi frekuensinya. Beta yang sangat tinggi berhubungan dengan kecemasan atau perasaan panik. Orang yang menjalani hidup dominan dengan gelombang beta, khususnya beta yang tinggi, akan dipenuhi dengan perasaan cemas, takut, dan tidak mampu memfokuskan pikirannya.

Alfa adalah gelombang otak saat kita rileks, melamun, atau berfantasi. Frekuensi alfa berkisar antara 8 – 12 Hz dan berfungsi sebagai jembatan penghubung antara pikiran sadar dan pikiran bawah sadar/nirsadar. Alfa sangat penting karena membuat kita mampu menyadari apa yang sedang terjadi dengan diri kita saat dalam kondisi meditasi yang sangat dalam ataupun saat kita bermimpi.

Theta adalah gelombang otak yang dihasilkan oleh pikiran bawah sadar. Theta muncul saat kita bermimpi dan pada fase REM (rapid eye movement). Pikiran bawah sadar mempunyai banyak fungsi, antara lain sebagai tempat menyimpan memori, emosi, persepsi, kepribadian, intuisi, dan masih banyak lagi. Muatan pikiran bawah sadar ini hanya bisa diakses bila kita mempunyai kombinasi dan porsi yang tepat dari frekuensi lainnya. Jadi, jika hanya theta saja yang aktif dan tidak ada alfa atau beta maka informasi dari pikiran bawah sadar tidak bisa diakses dan dimengerti.

Theta juga merupakan frekuensi yang menentukan level kedalaman meditasi atau khusyuk seseorang. Melalui gelombang theta kita menciptakan dan mengalami hubungan spiritual yang paling kuat, paling dalam, dan berkesan.

Delta adalah gelombang yang paling lambat dan rendah frekuensinya dan merupakan pikiran nirsadar (unconscious) . Pada orang tertentu gelombang delta mereka sangat aktif walaupun mereka dalam kondisi bangun/sadar dan bertindak sebagai radar yang selalu melakukan scanning. Kemampuan ini yang mendasari intuisi, empati, dan insting kita. Melalui delta kita bisa mengetahui kesejatian diri.

Delta banyak dijumpai pada orang yang bekerja di bidang yang berhubungan dengan terapi, misalnya psikiater, psikolog, dokter, atau siapa saja yang biasa memberikan bantuan pada orang lain dalam hal yang berhubungan dengan masalah mental, psikologi, atau emosi. Satu hal yang sangat menarik dari delta yaitu gelombang ini merupakan gerbang untuk mengakses collective unconscious (nirsadar kolektif).

Singkat kata begini. Beta memberikan kerangka konspetual dan gambaran melalui kata-kata yang menentukan secara tepat pemahaman suatu situasi melalui proses berpikir. Alfa memberikan input sensori dan memberikan gambar pada muatan yang berasal dari pikiran bawah sadar dan atau nirsadar. Theta adalah gelombang pikiran bawah sadar, menyediakan informasi “orang dalam” atau kebijaksanaan. Informasi yang berasal dari theta dialami seperti gambar yang kabur, gelap, kelam, dan buram. Pada saat alfa dan theta aktif bersamaan maka informasi ini akan dimengerti secara mendalam dan dengan gambar yang jelas. Delta memberikan input yang bersifat instingtif dan intuitif yang dipercaya berasal dari Kecerdasan Universal atau Kecerdasan Koletif.

Lalu apa hubungan penjelasan saya yang panjang lebar mengenai gelombang otak dan judul artikel ini?

Begini ya, banyak orang berusaha mendapatkan jawaban dari masalah mereka dengan mencari di luar diri mereka. Sebenarnya tanpa mereka sadari atau ketahui jauh di dalam pikiran mereka ada “kesadaran” yang mampu memberikan jawaban yang mereka cari.

Untuk bisa mengakses “kesadaran” ini maka kita perlu mengerti pola gelombang otak. Umumnya orang mencari jawaban dengan berpikir keras. Ini kurang baik atau kurang tepat karena hanya akan mengaktifkan pikiran sadar atau gelombang beta.

Yang perlu kita lakukan adalah dengan memikirkan masalah kita dan selanjutnya membiarkan pertanyaan yang berhubungan dengan masalah kita turun dan masuk ke pikiran bawah sadar atau nirsadar.

Untuk bisa melakukan ini maka kita perlu menenangkan atau mendiamkan pikiran sadar kita. Saat kita masuk ke kondisi hening yang pasrah maka pada saat itu jawaban yang kita cari akan muncul dari pikiran bawah sadar/nirsadar dan naik ke pikiran sadar. Dan tiba-tiba kita akan berkata, “Aha…saya tahu jawabannya”. Inilah proses yang terjadi atau dialami seseorang yang mendapat jawaban saat berdoa atau sholat tahajud.

Proses jawabannya seperti ini. Pertama, pikiran nirsadar akan memberikan intuisi atau pemahaman yang bersifat nirsadar. Kita tahu bahwa ada jawaban untuk masalah kita. Tapi kita tidak tahu apa jawabannya.

Selanjutnya dari pikiran nirsadar (delta) informasi naik ke pikiran bawah sadar (theta) yang memberikan kita kesadaran atau pemahaman yang mendalam.

Dari pikiran bawah sadar (theta) informasi ini naik ke jembatan atau gerbang pikiran bawah sadar yaitu alfa. Di sini informasi ini dibungkus dengan gambar atau sensasi tertentu sehingga dapat dialami atau dirasakan.

Dari alfa informasi yang telah mengambil bentuk tertentu naik ke pikiran sadar atau beta. Beta menambahkan pemahaman, penjelasan, interpretasi, dan kata-kata. Dan kita akhirnya tahu apa jawaban yang kita dapatkan. Kita bisa mengolah dan mengingat jawaban ini dengan pikiran sadar kita.

Anda jelas sekarang? Kita mengatur pola gelombang otak untuk bisa masuk ke kondisi kesadaran (state of consciousness) dengan tujuan mengakses muatan kesadaran (content of consciousness) tertentu.

Untuk bisa melakukan proses ini dengan mudah maka seseorang perlu bisa menghasilkan empat jenis gelombang otak, beta-alfa-theta- delta, secara bersamaan dengan komposisi yang tepat.

Lalu bagaimana caranya?

Ada teknik khusus yang bisa kita lakukan untuk melatih diri. Pertama kita bisa mengurangi atau menambah gelombang beta. Selanjutnya bila alfa kita kurang banyak maka kita bisa melatih untuk menghasilkan alfa yang lebih banyak. Demikian juga dengan theta dan delta. Jadi kita bisa melatih satu gelombang pada satu waktu tertentu. Dan setelah itu menggabungkannya sesuai kebutuhan.

Pola di mana keempat gelombang otak hadir bersamaan dan dalam komposisi yang tepat disebut dengan The Awakened Mind atau Pikiran Yang Terbangun. Pola ini sebenarnya adalah pola gelombang otak saat seseorang dalam kondisi meditasi atau khusyuk namun ada beta untuk memproses informasi yang mereka dapatkan dari pikiran bawah sadar dan nirsadar mereka. Dengan kata lain informasi dari “luar” bisa lancar masuk ke “dalam” dan demikian sebaliknya.

Jadi, sesungguhnya bila kita mengerti cara bertanya kepada keheningan maka kita bisa mendapatkan jawaban yang luar biasa. Bayangkan, kita bisa mendapat jawaban baik dari pikiran bawah sadar (conscious mind) maupun dari pikiran nirsadar (unconscious mind) yang mampu mengakses data dari collective unconscious.

Inilah yang dimaksdukan oleh seorang bijak di jaman dahulu saat ia berkata, “You do nothing you achive everything”

* Adi W. Gunawan, lebih dikenal sebagai Re-Educator and Mind Navigator, adalah pakar pendidikan dan mind technology dan bio-feedback, pembicara publik, dan trainer yang telah berbicara di berbagai kota besar di dalam dan luar negeri.

Categories: Motivasi

The Power of “Ojo Dumeh”

Februari 11, 2010 Tinggalkan komentar

Oleh: Agung Praptapa *

Di antara filosofi hidup orang jawa yang paling terkenal mungkin adalah “ojo dumeh”. Bahkan filosofi ini sudah mulai digunakan oleh kalangan yang lebih luas, tidak terbatas pada orang jawa saja. Ojo dumeh yang dalam bahasa sekarang mungkin bisa diterjemahkan langsung sebagai “jangan mentang-mentang” ini dianggap filosofi yang aplikatif sepanjang masa dan sangat powerful.

Ajaran ojo dumeh menyarankan kepada kita agar jangan sampai kelebihan ataupun kehebatan yang kita miliki justru menjadi bumerang, membunuh diri sendiri. Kelebihan seseorang bisa dalam bentuk kekayaan, keahlian, jabatan, ketampanan atau kecantikan, kepopuleran, ataupun keturunan.

Dalam hal kekayaan misalnya, jangan mentang-mentang kaya kemudian tidak menghargai yang miskin, apalagi melecehkan ataupun menghina. Ojo dumeh! Kekayaan yang kita miliki tidak bisa dijamin akan abadi. Bisa saja hari ini kita kaya tetapi malam nanti kekayaan kita dirampok orang dan ludes semua kekayaan kita. Kalau hal seperti itu terjadi, mau apa? Ini adalah refleksi dari realita kehidupan di mana ada kaya ada miskin, ada yang pintar ada yang bodoh, dan sebagainya. Yang kaya bisa saja menjadi miskin dan yang miskin bisa saja menjadi kaya.

Untuk itulah maka kearifan jawa ini selalu mengingatkan kita untuk ojo dumeh. Jangan mentang-mentang memiliki kelebihan kemudian menjadi sombong, tidak terkendali, lupa diri, bahkan kemudian merendahkan orang lain. Kearifan untuk ojo dumeh inilah yang mengantar banyak orang menjadi sukses. Bahkan ojo dumeh dapat melipat gandakan kekuatan dan kelebihan kita sehingga kita lebih powerful. Mengapa demikian?

Terdapat beberapa alasan mengapa ojo dumeh menjadikan kita lebih powerful. Yang pertama, ojo dumeh selalu mengingatkan kita agar kita tidak tergelincir kemudian jatuh dari posisi kita sekarang. Hal ini dikarenakan dengan selalu ingat pada adanya posisi yang berada dibawah kita, memberikan sinyal bahwa kalau tidak berhati-hati kita bisa terpeleset dan jatuh ke posisi tersebut. Jadi ojo dumeh menciptakan kehati-hatian. Dengan kita berhati-hati, maka pijakan kita menjadi lebih kuat. Kita tidak akan terpeleset, apa lagi jatuh.

Yang ke dua, ojo dumeh akan menyenangkan orang lain. Orang lain senang karena kita tidak mentang-mentang, tidak merendahkan mereka. Saat kita menyenangkan orang lain, orang-orang tersebut akan senang berada di sekitar kita. Mereka tidak ingin kita jauh dari mereka. Apa lagi lepas dari mereka. Artinya, mereka akan menjaga kita untuk stay in our position. Tetap di posisi kita di sini bukan berarti kita tidak mereka inginkan untuk menapak ke posisi yang lebih tinggi. Mereka justru berharap agar kita lebih membuat mereka senang. Pada posisi yang seperti ini saja kita menyenangkan mereka, sehingga pada saat kita berhasil berada di posisi yang lebih tinggi mereka berharap bahwa kita akan lebih menyenangkan mereka.

Yang ke tiga, ojo dumeh menunjukkan bahwa kita adalah orang yang bersyukur. Dengan tidak `mentang-mentang’ berarti kita memberi pernyataan pada diri sendiri bahwa posisi kita yang seperti ini cukup untuk kita dan wajib kita syukuri. Kalau kita diberi lebih dari yang sekarang ini tentunya kita akan lebih bersyukur lagi. Dengan demikian kita bisa menikmati apa yang sudah kita miliki dan yang sedang kita alami.

Ke empat, ojo dumeh membuat kita hemat energi. Merendahkan orang lain, mengumpat orang lain, dan berfikir negatif tentang orang lain hanya akan menguras energi kita. Lebih baik kita menempatkan segala sesuatu pada porsinya saja. Setiap orang mendapatkan rejekinya sendiri-sendiri. Ada yang banyak, ada yang sedikit. Yang banyak bisa menjadi sedikit, dan yang sedikit bisa menjadi banyak. Jadi, yang punya kelebihan bersyukur saja tanpa harus mengecilkan orang lain. Berfikir positif seperti ini akan menghemat energi kita. Apalagi orang yang merasa kita hargai tersebut juga kemudian menghargai kita, hal tersebut justru akan me-recharge energi kita.

Ke lima, ojo dumeh merupakan pengendalian diri. Yang dimaksud pengendalian diri disini adalah membawa diri kita kepada keadaan yang kita inginkan. Ojo dumeh akan selalu mengingatkan kita bahwa ternyata disekitar kita banyak sekali hal-hal yang berbeda dengan kita dimana perbedaan tersebut bukannya sesuatu yang kita inginkan. Saat kita diberi kelebihan dalam hal kekayaan misalnya, kita akan melihat bahwa di sekitar kita masih banyak orang yang tidak seberuntung kita. Selama kita menyadari hal tersebut, dan kemudian tidak mengecilkan orang-orang yang kurang beruntung, maka kita justru akan diarahkan oleh keadaan untuk lebih baik dari keadaan kita sekarang dan terhindar dari keadaan yang tidak kita inginkan. Kalau kita mengecilkan orang lain, atau menghina, hal tersebut sama saja dengan kita menyamakan posisi kita seperti posisi mereka. Sama halnya kalau kita marah pada orang gila dan mengumpat orang gila, maka bukankah kita menjadi sama saja dengan orang gila tersebut? Sudah tahu dia gila kok kita marah kepada mereka? Demikian pula saat berhadapan dengan orang-orang yang tidak seberuntung kita. Kalau kita merendahkan mereka juga sama saja kita down grade, sama saja dengan mereka. Yang benar adalah saat kita lebih beruntung kita membantu dan mengangkat orang yang kurang beruntung tersebut ke posisi yang lebih baik. Kita boleh merendah, tetapi jangan merendahkan. Begitu kurang lebih yang terkandung dalam ojo dumeh.

Yang ke enam, ojo dumeh menjadikan kita tidak “over valued” terhadap diri sendiri. Kalau kita mentang-mentang, dan keadaan membiarkan kita terbuai dengan ke”mentang-mentang” an kita, maka kita bisa lupa diri. Sebagai contoh, mentang-mentang kita pandai kemudian kita membodohi orang lain. Orang lain mungkin diam. Kita yang sedang membodohi rasanya tiba-tiba menjadi lebih pandai, melayang tinggi lebih pandai lagi. Itu perasaan yang menipu. Kita justru akan tertipu oleh “mentang-mentang” kita. Untuk itulah maka kalau kita memegang kearifan “ojo dumeh” kepalsuan perasaan tersebut dapat kita hindari. Hati-hati, kita bisa over valued terhadap diri sendiri, yang apa bila kita tidak kuat bertahan, hal tersebut justru akan berbalik menjadi menurunkan value kita.

Mari kita bawa kearifan “ojo dumeh” ini ke tempat kerja kita. Bayangkan kita bekerja keras untuk menciptakan kinerja yang kita targetkan. Kemudian kita bisa menapak satu posisi ke posisi berikutnya yang lebih tinggi, yang akhirnya kita mencapai posisi puncak. Tetapi kita tetap rendah hati. Kita tetap menghargai pendapat orang lain walau yang posisinya lebih rendah dari kita. Kita tidak “mentang-mentang” mempunyai kekuasaan kemudian kita sewenang-wenang dengan kekuasaan kita. Kita tidak mentang-mentang berpenghasilan tinggi kemudian membelanjakan uang kita semau kita sampai lupa berderma. Kita tetap mendengarkan teman kerja kita seperti apapun posisi mereka. Kita tetap hemat dan semakin banyak berderma. Bagaimana dengan profil seperti itu? Kita ingin orang tersebut lengser? Tentunya tidak.

Untuk itulah maka kearifan “ojo dumeh” banyak dipelajari, dan diparaktekkan orang di jaman modern seperti ini. Ojo dumeh mendorong kita untuk semakin memanusiakan manusia (dalam istilah jawa disebut nguwongake). Ojo dumeh tidak akan mengerdilkan diri sendiri, justru akan membuat kita menjadi besar karena berjiwa besar. Ojo dumeh.

*) Agung Praptapa, adalah seorang dosen, pengelola Program Pascasarjana Manajemen di Universitas Jenderal Soedirman, dan juga sebagai konsultan dan trainer profesional di bidang personal and organizational development.

Categories: Motivasi, Sinaung

Aplikasi GUI Matlab untuk Image processing

Februari 10, 2010 1 komentar

Matlab adalah salah satu software pengolahan citra yang cukup handal dan praktis.

berikut contoh program sederhananya:

ketikkan MFile berikut pada text editor kemudian simpan dengan extensi .m

(programGUICitra.m)

%//=============================

function varargout = programGUICitra(varargin)
% PROGRAMGUICITRA M-file for programGUICitra.fig
%      PROGRAMGUICITRA, by itself, creates a new PROGRAMGUICITRA or raises the existing
%      singleton*.
%
%      H = PROGRAMGUICITRA returns the handle to a new PROGRAMGUICITRA or the handle to
%      the existing singleton*.
%
%      PROGRAMGUICITRA(‘CALLBACK’,hObject,eventData,handles,…) calls the local
%      function named CALLBACK in PROGRAMGUICITRA.M with the given input arguments.
%
%      PROGRAMGUICITRA(‘Property’,'Value’,…) creates a new PROGRAMGUICITRA or raises the
%      existing singleton*.  Starting from the left, property value pairs are
%      applied to the GUI before programGUICitra_OpeningFunction gets called.  An
%      unrecognized property name or invalid value makes property application
%      stop.  All inputs are passed to programGUICitra_OpeningFcn via varargin.
%
%      *See GUI Options on GUIDE’s Tools menu.  Choose “GUI allows only one
%      instance to run (singleton)”.
%
% See also: GUIDE, GUIDATA, GUIHANDLES

% Edit the above text to modify the response to help programGUICitra

% Last Modified by GUIDE v2.5 07-Jan-2010 06:24:16

% Begin initialization code – DO NOT EDIT
gui_Singleton = 1;
gui_State = struct(‘gui_Name’,       mfilename, …
‘gui_Singleton’,  gui_Singleton, …
‘gui_OpeningFcn’, @programGUICitra_OpeningFcn, …
‘gui_OutputFcn’,  @programGUICitra_OutputFcn, …
‘gui_LayoutFcn’,  [] , …
‘gui_Callback’,   []);
if nargin && ischar(varargin{1})
gui_State.gui_Callback = str2func(varargin{1});
end

if nargout
[varargout{1:nargout}] = gui_mainfcn(gui_State, varargin{:});
else
gui_mainfcn(gui_State, varargin{:});
end
% End initialization code – DO NOT EDIT

% — Executes just before programGUICitra is made visible.
function programGUICitra_OpeningFcn(hObject, eventdata, handles, varargin)
% This function has no output args, see OutputFcn.
% hObject    handle to figure
% eventdata  reserved – to be defined in a future version of MATLAB
% handles    structure with handles and user data (see GUIDATA)
% varargin   command line arguments to programGUICitra (see VARARGIN)

% Choose default command line output for programGUICitra
handles.output = hObject;

% Update handles structure
guidata(hObject, handles);

% UIWAIT makes programGUICitra wait for user response (see UIRESUME)
% uiwait(handles.figure1);

% — Outputs from this function are returned to the command line.
function varargout = programGUICitra_OutputFcn(hObject, eventdata, handles)
% varargout  cell array for returning output args (see VARARGOUT);
% hObject    handle to figure
% eventdata  reserved – to be defined in a future version of MATLAB
% handles    structure with handles and user data (see GUIDATA)

% Get default command line output from handles structure
varargout{1} = handles.output;

% ——————————————————————–
function file_Callback(hObject, eventdata, handles)
% hObject    handle to file (see GCBO)
% eventdata  reserved – to be defined in a future version of MATLAB
% handles    structure with handles and user data (see GUIDATA)

% ——————————————————————–
function buka_Callback(hObject, eventdata, handles)
% hObject    handle to buka (see GCBO)
% eventdata  reserved – to be defined in a future version of MATLAB
% handles    structure with handles and user data (see GUIDATA)
proyek=guidata(gcbo);
[namafile,direktori]=uigetfile({‘*.jpg’;'*.*’},’Buka Citra’);
I=imread(strcat(direktori,namafile));
set(proyek.figure1,’CurrentAxes’,proyek.axes1);
set(imshow(I));
set(proyek.axes1,’Userdata’,I);
set(proyek.figure1,’Userdata’,I);
%set(proyek.ebit,’String’,info.BitDept);

% ——————————————————————–
function simpan_Callback(hObject, eventdata, handles)
% hObject    handle to simpan (see GCBO)
% eventdata  reserved – to be defined in a future version of MATLAB
% handles    structure with handles and user data (see GUIDATA)
proyek=guidata(gcbo);
[namafile,direktori]=uiputfile({‘*.jpg’;'*.*’},’Simpan Citra’);
I=get(proyek.axes1,’Userdata’);
imwrite(I,strcat(direktori,namafile));
% ——————————————————————–
function tutup_Callback(hObject, eventdata, handles)
% hObject    handle to tutup (see GCBO)
% eventdata  reserved – to be defined in a future version of MATLAB
% handles    structure with handles and user data (see GUIDATA)
cla;

% ——————————————————————–
function aturhalaman_Callback(hObject, eventdata, handles)
% hObject    handle to aturhalaman (see GCBO)
% eventdata  reserved – to be defined in a future version of MATLAB
% handles    structure with handles and user data (see GUIDATA)
pagesetupdlg;

% ——————————————————————–
function preview_Callback(hObject, eventdata, handles)
% hObject    handle to preview (see GCBO)
% eventdata  reserved – to be defined in a future version of MATLAB
% handles    structure with handles and user data (see GUIDATA)
printpreview;

% ——————————————————————–
function cetak_Callback(hObject, eventdata, handles)
% hObject    handle to cetak (see GCBO)
% eventdata  reserved – to be defined in a future version of MATLAB
% handles    structure with handles and user data (see GUIDATA)
printdlg;

% ——————————————————————–
function keluar_Callback(hObject, eventdata, handles)
% hObject    handle to keluar (see GCBO)
% eventdata  reserved – to be defined in a future version of MATLAB
% handles    structure with handles and user data (see GUIDATA)
close;

% ——————————————————————–
function edit_Callback(hObject, eventdata, handles)
% hObject    handle to edit (see GCBO)
% eventdata  reserved – to be defined in a future version of MATLAB
% handles    structure with handles and user data (see GUIDATA)

% ——————————————————————–
function crop_Callback(hObject, eventdata, handles)
% hObject    handle to crop (see GCBO)
% eventdata  reserved – to be defined in a future version of MATLAB
% handles    structure with handles and user data (see GUIDATA)
imcrop;

% ——————————————————————–
function reset_Callback(hObject, eventdata, handles)
% hObject    handle to reset (see GCBO)
% eventdata  reserved – to be defined in a future version of MATLAB
% handles    structure with handles and user data (see GUIDATA)
proyek=guidata(gcbo);
I=get(proyek.figure1,’Userdata’);
set(proyek.figure1,’CurrentAxes’,proyek.axes1);
set(imshow(I));
set(proyek.axes1,’Userdata’,I);

% ——————————————————————–
function uimshow_Callback(hObject, eventdata, handles)
% hObject    handle to uimshow (see GCBO)
% eventdata  reserved – to be defined in a future version of MATLAB
% handles    structure with handles and user data (see GUIDATA)
proyek=guidata(gcbo);
I=get(proyek.axes1,’Userdata’);
figure;
set(imshow(I));

% ——————————————————————–
function uimview_Callback(hObject, eventdata, handles)
% hObject    handle to uimview (see GCBO)
% eventdata  reserved – to be defined in a future version of MATLAB
% handles    structure with handles and user data (see GUIDATA)
proyek=guidata(gcbo);
I=get(proyek.axes1,’Userdata’);
figure;
set(imview(I));

% ——————————————————————–
function view_Callback(hObject, eventdata, handles)
% hObject    handle to view (see GCBO)
% eventdata  reserved – to be defined in a future version of MATLAB
% handles    structure with handles and user data (see GUIDATA)

% ——————————————————————–
function zoom_Callback(hObject, eventdata, handles)
% hObject    handle to zoom (see GCBO)
% eventdata  reserved – to be defined in a future version of MATLAB
% handles    structure with handles and user data (see GUIDATA)

% ——————————————————————–
function zoom_on_Callback(hObject, eventdata, handles)
% hObject    handle to zoom_on (see GCBO)
% eventdata  reserved – to be defined in a future version of MATLAB
% handles    structure with handles and user data (see GUIDATA)
zoom on;

% ——————————————————————–
function zoom_off_Callback(hObject, eventdata, handles)
% hObject    handle to zoom_off (see GCBO)
% eventdata  reserved – to be defined in a future version of MATLAB
% handles    structure with handles and user data (see GUIDATA)
zoom off;

% ——————————————————————–
function rotasi_Callback(hObject, eventdata, handles)
% hObject    handle to rotasi (see GCBO)
% eventdata  reserved – to be defined in a future version of MATLAB
% handles    structure with handles and user data (see GUIDATA)
proyek=guidata(gcbo);
I=get(proyek.axes1,’Userdata’);
A=imrotate(I,90,’bilinear’);
cla;
set(proyek.figure1,’CurrentAxes’,proyek.axes1);
set(imshow(A));
set(proyek.axes1,’Userdata’,A);

% ——————————————————————–
function grayscale_Callback(hObject, eventdata, handles)
% hObject    handle to grayscale (see GCBO)
% eventdata  reserved – to be defined in a future version of MATLAB
% handles    structure with handles and user data (see GUIDATA)
proyek=guidata(gcbo);
I=get(proyek.axes1,’Userdata’);
A=rgb2gray(I);
cla;
set(proyek.figure1,’CurrentAxes’,proyek.axes1);
set(imshow(A));
set(proyek.axes1,’Userdata’,A);

% ——————————————————————–
function histogram_Callback(hObject, eventdata, handles)
% hObject    handle to histogram (see GCBO)
% eventdata  reserved – to be defined in a future version of MATLAB
% handles    structure with handles and user data (see GUIDATA)
proyek=guidata(gcbo);
I=get(proyek.axes1,’Userdata’);
figure;
subplot(1,1,1),imhist(I);title(‘Histogram’);

% ——————————————————————–
function ekualisasi_Callback(hObject, eventdata, handles)
% hObject    handle to ekualisasi (see GCBO)
% eventdata  reserved – to be defined in a future version of MATLAB
% handles    structure with handles and user data (see GUIDATA)
proyek=guidata(gcbo);
I=get(proyek.axes1,’Userdata’);
A=histeq(I);
cla;
set(proyek.figure1,’CurrentAxes’,proyek.axes1);
set(imshow(A));
set(proyek.axes1,’Userdata’,A);

% ——————————————————————–
function filter_Callback(hObject, eventdata, handles)
% hObject    handle to filter (see GCBO)
% eventdata  reserved – to be defined in a future version of MATLAB
% handles    structure with handles and user data (see GUIDATA)

% ——————————————————————–
function average_Callback(hObject, eventdata, handles)
% hObject    handle to average (see GCBO)
% eventdata  reserved – to be defined in a future version of MATLAB
% handles    structure with handles and user data (see GUIDATA)
proyek=guidata(gcbo);
I=get(proyek.axes1,’Userdata’);
A=filter2(fspecial(‘average’,3),I)/255;
cla;
set(proyek.figure1,’CurrentAxes’,proyek.axes1);
set(imshow(A));
set(proyek.axes1,’Userdata’,A);

% ——————————————————————–
function median_Callback(hObject, eventdata, handles)
% hObject    handle to median (see GCBO)
% eventdata  reserved – to be defined in a future version of MATLAB
% handles    structure with handles and user data (see GUIDATA)
proyek=guidata(gcbo);
I=get(proyek.axes1,’Userdata’);
A=medfilt2(I,[3 3]);
cla;
set(proyek.figure1,’CurrentAxes’,proyek.axes1);
set(imshow(A));
set(proyek.axes1,’Userdata’,A);

% ——————————————————————–
function wiener_Callback(hObject, eventdata, handles)
% hObject    handle to wiener (see GCBO)
% eventdata  reserved – to be defined in a future version of MATLAB
% handles    structure with handles and user data (see GUIDATA)
proyek=guidata(gcbo);
I=get(proyek.axes1,’Userdata’);
A=wiener2(I,[3 3]);
cla;
set(proyek.figure1,’CurrentAxes’,proyek.axes1);
set(imshow(A));
set(proyek.axes1,’Userdata’,A);

% ——————————————————————–
function edge_Callback(hObject, eventdata, handles)
% hObject    handle to edge (see GCBO)
% eventdata  reserved – to be defined in a future version of MATLAB
% handles    structure with handles and user data (see GUIDATA)

% ——————————————————————–
function prewit_Callback(hObject, eventdata, handles)
% hObject    handle to prewit (see GCBO)
% eventdata  reserved – to be defined in a future version of MATLAB
% handles    structure with handles and user data (see GUIDATA)
proyek=guidata(gcbo);
I=get(proyek.axes1,’Userdata’);
metodeEdge=’prewit’;
A=edge(I,metodeEdge);
cla;
set(proyek.figure1,’CurrentAxes’,proyek.axes1);
set(imshow(A));
set(proyek.axes1,’Userdata’,A);

% ——————————————————————–
function canny_Callback(hObject, eventdata, handles)
% hObject    handle to canny (see GCBO)
% eventdata  reserved – to be defined in a future version of MATLAB
% handles    structure with handles and user data (see GUIDATA)
proyek=guidata(gcbo);
I=get(proyek.axes1,’Userdata’);
metodeEdge=’canny’;
A=edge(I,metodeEdge);
cla;
set(proyek.figure1,’CurrentAxes’,proyek.axes1);
set(imshow(A));
set(proyek.axes1,’Userdata’,A);

% ——————————————————————–
function sobel_Callback(hObject, eventdata, handles)
% hObject    handle to sobel (see GCBO)
% eventdata  reserved – to be defined in a future version of MATLAB
% handles    structure with handles and user data (see GUIDATA)
proyek=guidata(gcbo);
I=get(proyek.axes1,’Userdata’);
metodeEdge=’sobel’;
A=edge(I,metodeEdge);
cla;
set(proyek.figure1,’CurrentAxes’,proyek.axes1);
set(imshow(A));
set(proyek.axes1,’Userdata’,A);

% ——————————————————————–
function roberts_Callback(hObject, eventdata, handles)
% hObject    handle to roberts (see GCBO)
% eventdata  reserved – to be defined in a future version of MATLAB
% handles    structure with handles and user data (see GUIDATA)
proyek=guidata(gcbo);
I=get(proyek.axes1,’Userdata’);
metodeEdge=’roberts’;
A=edge(I,metodeEdge);
cla;
set(proyek.figure1,’CurrentAxes’,proyek.axes1);
set(imshow(A));
set(proyek.axes1,’Userdata’,A);

% ——————————————————————–
function help_Callback(hObject, eventdata, handles)
% hObject    handle to help (see GCBO)
% eventdata  reserved – to be defined in a future version of MATLAB
% handles    structure with handles and user data (see GUIDATA)

% ——————————————————————–
function how_Callback(hObject, eventdata, handles)
% hObject    handle to how (see GCBO)
% eventdata  reserved – to be defined in a future version of MATLAB
% handles    structure with handles and user data (see GUIDATA)

% ——————————————————————–
function aboutus_Callback(hObject, eventdata, handles)
% hObject    handle to aboutus (see GCBO)
% eventdata  reserved – to be defined in a future version of MATLAB
% handles    structure with handles and user data (see GUIDATA)

% ——————————————————————–
function Untitled_15_Callback(hObject, eventdata, handles)
% hObject    handle to aboutus (see GCBO)
% eventdata  reserved – to be defined in a future version of MATLAB
% handles    structure with handles and user data (see GUIDATA)

%//=============================

tapi sebelum itu desain tampilan GUI sesuai kebutuhan.

untuk resource lengkapnya silakan download di sini

selamat mencoba, semoga bermanfaat.

Categories: Matlab, Sinaung

gak penting Mario Teguh

Februari 10, 2010 Tinggalkan komentar

apa orang itu penting buat anda?

apakah bila anda bangkrut,
orang itu akan menyantuni anda?

tidak?
gak mungkin?
no way jose?

naa terus….
kenapa orang itu masih mengganggu pikiran anda?

GAK PENTING!!!!

begitu jawab Mario Teguh di suatu acara tv swasta
ketika ada orang yg curhat tentang
perasaannya yg gundah gulana, stress,
makan tak enak, tidur tak lelap….
hanya karena memikirkan orang yg selaluuuuu saja
berpikiran dan berkomentar negatif terhadapnya

hargai waktu dan otak kita
dengan memikirkan hanya hal yang PENTING!

penting untuk selalu bersyukur atas
karunia dan anugerah yang telah diberikan Tuhan

penting untuk terus mengingat
bahwa semua masalah dan hambatan akan mengantar kita
selangkah lebih maju menuju kesuksesan

penting untuk TETAP SEMANGAT!!

Rosa S. Rustam
http://www.indoentr epreneur. com

PS: buat temans yang mau sharing soal bisnis atau sekedar say hello, langsung aja yaa ke ocha@adexindo. com or add me at http://www.facebook .com/ochafelix

Categories: Motivasi, My Diary, Sinaung

Uang Receh untuk Cinta

Februari 10, 2010 Tinggalkan komentar

Oleh: Sonny Wibisono *

“Kebahagiaan Anda tumbuh berkembang manakala Anda turut membantu orang lain. Namun, bilamana Anda tidak mencoba membantu sesama, kebahagiaan akan layu dan mengering. Kebahagiaan bagaikan sebuah tanaman; harus disirami setiap hari dengan sikap dan tindakan memberi.”
– J. Donald Walters, penulis dan pengajar asal Rumania, tinggal di India

ANAK kecil itu lari tergopoh-gopoh. Di tangan kecilnya tergenggam beberapa uang receh. Jumlahnya tak seberapa. Namun dia memiliki niat mulia. Uang itu diserahkan pada tim pengumpul koin untuk Bilqis. Bilqis Anindya Passa, demikian nama lengkapnya, adalah anak laki-laki yang baru berusia tujuh belas bulan. Namun nasibnya sungguh tak beruntung. Dia diketahui mengidap penyakit atresia billier atau gangguan pada saluran empedu. Tayangan di televisi memperlihatkan kondisi perutnya yang besar dan matanya yang berwarna kuning. Sungguh pemandangan yang sangat menyayat hati.

Untuk menyembuhkan penyakitnya, Bilqis harus menjalani operasi cangkok hati yang ongkosnya mencapai Rp 1 miliar. Orang tuanya tak mampu untuk membayar ongkos operasi sebesar itu. Akun Bilqis di Facebook pun dibuka dengan nama Koin Cinta Bilqis. Beberapa sukarelawan kemudian ikut bergabung dalam gerakan mulia ini dalam membantu mengumpulkan koin bagi Bilqis. Media massa yang merupakan ujung tombak penyebaran informasi, sangat membantu dalam memberitakan penyakit yang diderita Bilqis, sekaligus kebutuhannya akan besarnya biaya operasi. Publikasi gencar melalui media massa akhirnya membuat para tetangga pun tahu penyakit Bilqis. ”Uang itu dari dua anak saya yang sengaja menukarkan uang logam. Semua untuk Bilqis. Namanya juga kita bertetangga, tentu kita bersaudara.” tutur Manih, tetangga Bilqis, yang ikut menyumbangkan 230 keping uang logam.

Pengumpulan dana semacam ini terilhami Gerakan Koin untuk Prita Mulyasari. Suatu gerakan dari masyarakat luas untuk mendukung Prita yang tengah menghadapi masalah hukum dengan sebuah rumah sakit. Prita dituduh telah mencemarkan nama baik pihak rumah sakit hanya karena berkeluh kesah melalui email. Gerakan ini tentu saja membuat lega siapa pun. Di saat negara ini dinilai belum lagi mampu memberikan pelayanan kesehatan bagi publik dengan baik, toh kepedulian publik teramat besar. Publik sama sekali tak banyak menuntut, tak banyak bicara, meski di luar sana misalnya, tengah terdengar pemberitaan tentang pembelian mobil mewah bernilai miliaran rupiah yang diperuntukkan bagi para pejabat negara. Rakyat mungkin hatinya terluka dengan isu pembelian mobil mewah tersebut. Namun hati nurani mereka tetaplah murni. Mereka memilih tidak berteriak-teriak, memaki, ataupun menghujat. Mereka justru merogoh kantongnya, mencari uang logam untuk disumbangkan bagi mereka yang membutuhkan. Meski jumlahnya katakanlah tak seberapa.

Koin atau receh. Memang ada yang menganggap tak banyak berarti, kecuali untuk uang kembalian atau alat untuk kerik pada saat tubuh masuk angin. Namun uang receh jangan dianggap remeh. Dia dapat menjadi sebuah simbol cinta kasih. Uang receh menjadi penghubung kepedulian terhadap sesama. Tak perlu harus menjadi kaya terlebih dahulu untuk dapat menyumbangkan koin. Karena siapa pun dapat tergerak hatinya untuk melakukan gerakan ini. Gerakan ini menunjukkan kepada kita bahwa masih banyak saudara-saudara kita yang memerlukan uluran tangan dari kita. Sikap berbagi terhadap sesama perlu terus digalakkan. Anda tak akan rugi sedikit pun jika Anda mau berbagi terhadap sesama, walau hanya dengan sekeping uang logam.

Hukum kekekalan energi mengatakan, tiada energi yang hilang bila dikeluarkan. Alangkah indahnya, bila mulai kini, kita semua mengumpulkan uang receh dalam sebuah wadah yang suatu saat akan berguna bagi saudara kita. Sumbangan atau uang itu memang akan berpindah tangan. Namun hakikatnya, dia akan kembali pada kita suatu saat nanti, dalam bentuk lain, yang akan menolong kita.

*) Sonny Wibisono, penulis buku ‘Message of Monday’, PT Elex Media
Komputindo, 2009

Categories: Motivasi, My Diary, Sinaung

Mendadak Seleb

Februari 5, 2010 Tinggalkan komentar

Oleh: Sonny Wibisono *

“Anda harus membayangkan diri Anda dulu sebagai orang sukses, agar dapat meraih kesuksesan.”
– Rosa Diaz, eksekutif bisnis

MIMPI. Karena alasan itu pulalah seorang perempuan muda asal Medan terbang ke Jakarta. Tujuannya hanya satu: mengikuti seleksi sebuah pemilihan bintang dangdut di televisi. Di Medan, kota tempat tinggalnya berasal, dia sudah tak kebagian waktu. Saat seleksi digelar disana, mendadak suaranya hilang. Terkena flu katanya. Entah karena grogi, entah karena memang kondisi tubuhnya kurang fit. Dengan diantar mama tercinta, ia berangkat terbang dan langsung datang ke studio di kawasan Taman Mini. Hasilnya? Maaf, suaranya sama sekali tak membius para juri di sana untuk memilihnya.

Perempuan dari Medan itu tidaklah sendirian. Di luar gedung studio, ratusan orang yang sama-sama muda seperti tak habis lelah untuk menunggu giliran masuk ke studio dan bertarung di depan juri. Mereka datang tak hanya dari Ibu Kota, tapi juga dari kawasan lain di sekitar Jakarta, termasuk Cianjur, Bandung, bahkan dari Lombok. Hujan tak membuat mereka memutuskan pulang. Mereka tetap bertahan di sana sampai dapat unjuk kebolehan di depan juri. Yang dapat membuat mereka pulang adalah keputusan juri yang tak berkenan dengan suara dan penampilan mereka.

Kisah-kisah ini tentu akan berderet lagi. Maklum, di zaman persaingan program televisi yang makin ramai dan kadang tak masuk akal, para pembuat program berlomba-lomba menawarkan sebuah mimpi bagi siapa saja untuk menjadi seleb terkenal di tabung kaca. Siapapun tahu, ketenaran dalam waktu sekejap dapat segera melambungkan nama mereka. Nah, siapa yang tak kepingin?

Orang bilang ini jalan pintas menuju sukses. Orang pun gampang mencibir dengan fenomena ini. Mendadak menjadi seleb tak hanya milik kaum dewasa saja. Sebuah kontes pentas menyanyi untuk anak-anak di televisi menuai hujan kritik. Mereka diminta menyanyikan lagu-lagu orang dewasa, yang boleh jadi arti dari lirik lagunya sendiripun mereka tidak tahu. Bahkan, para anak tersebut, dengan terpaksa tak mengikuti pelajaran di sekolah karena ikut dalam kontes ini. Kritik yang tidak keliru. Namun dalam hal ini, perlu digarisbawahi sesuatu hal. Bahwa untuk mencapai tujuan, seinstan apa pun, ternyata upaya mereka untuk mencapai itu tidaklah instan.

Ada kisah menarik dari teman saya. Salah seorang tetangganya, seorang remaja yang mengadu peruntungan di sebuah film berusaha ’di luar kebiasaan’. Film yang mengambil kisah di Mesir itu mewajibkan mereka yang ikut audisi untuk dapat membaca kitab suci. Sang remaja yang masih tergolong ABG itupun melakukan kursus mengaji secara kilat. Orang tuanya tentu saja senang bukan main melihat anaknya tiba-tiba rajin beribadah.

Nah, sesudah lolos, toh mereka pun tak lantas ongkang-ongkang kaki. Mereka dilatih spartan untuk berakting, menghapal dialog, bahkan juga harus menguruskan badan bila terlihat karakter yang mereka mainkan meminta itu. Jadi dalam mengejar impian, yang kata orang: instan alias cepat, bak membuat susu, ternyata tidaklah pula membutuhkan usaha instan.

Usaha mereka untuk mencapai itu tetap merupakan upaya yang dinilai tidak sia-sia. Mereka, setidaknya, jauh lebih baik ketimbang mereka yang ketiban rezeki nomplok, semisal gara-gara mengantar teman casting, malah dia yang mendapatkan peran tersebut. Maaf, mereka itu yang biasanya sudah dari sononya punya tampang cakep atau cantik. Itu anugerah namanya.

Yang ideal tentu saja, mereka yang merintis karir dari bawah. Inul Daratista, misalnya. Semula Inul hanyalah penari yang berasal dari pelosok. Nasib jualah yang membawa Inul menjadi sukses. Kesuksesan Inul sendiri ditolong oleh bakat menyanyi dan menarinya yang memang sudah ada dari sononya. Rumah mewah di Pondok Indah dan bisnis karaoke merupakan hasil jerih payahnya selama ini. Memang begitulah seharusnya suatu kesuksesan, bagaimana dapat menjaga dan memanage kesuksesan tersebut dengan baik, berkelanjutan, dan tentu saja, berdaya guna bagi yang lain.

Nah, kembali ke soal bintang instan. Mereka boleh-boleh saja bermimpi sukses dalam sekejap. Tak ada larangan. Asalkan tentu saja mereka juga harus siap lahir batin menanggung risiko yang menyertainya. Namanya juga kontes, ya siap-siap saja bila sinar itu pun redup dalam sekejap. Anda mungkin masih ingat Jupriadi? Jupriadi merupakan pemenang kedua Kontes Dangdut Mania yang ditayangkan TPI. Pria 39 tahun tersebut pada awalnya kebanjiran panggilan untuk manggung disana-sini. Tapi sayangnya, hal itu hanya berlaku sebulan saja. Setelah itu, Jupriadi pun menganggur.

Jadi apapun namanya sebuah kesuksesan, apakah didapat dalam sekejap ataupun dengan perjuangan yang lama, tetap saja ia membutuhkan pengorbanan. Intinya, untuk mencapai suatu kesuksesan tetap dibutuhkan kerja keras. Jalan pintas, no way!

*) Sonny Wibisono, penulis buku ‘Message of Monday’, PT Elex Media
Komputindo, 2009

Categories: Motivasi, My Diary, Sinaung

Cara Mudah Meningkatkan Daya Ingat Kita

Februari 5, 2010 Tinggalkan komentar

oleh: Emmy Liana Dewi *

Ada pepatah dalam bahasa Inggris yang mengatakan `you are what you eat’. Apa yang Anda makan selain menggambarkan kesehatan fisik dan emosi Anda, juga mempengaruhi keadaan pikiran dan kesehatan sel-sel otak Anda. Menurut beberapa penelitian, ada beberapa jenis makanan yang menjauhkan kita dari penyakit Alzhaimer dan bentuk-bentuk lain dari Dementia atau gejala pikun karena proses penuaan.

Menurut Cynthia Green, PhD, pendiri dan direktur dari `the Memory Enhancement Program at Mount Sinai School of Medicine in New York City’ yang juga penulis buku ` Brainpower Game Plan Book’ mengatakan bahwa ada beberapa cara untuk memelihara agar sel-sel otak tetap muda, sehat, dan tajam serta mencegar otak dari perusakan yang disebabkan oleh peradangan. Yaitu dengan memilih makanan secara cerdas untuk memelihara sel-sel otak tetap cerdas disamping olah raga teratur plus mengerjakan `olah otak setiap hari dengan mengerjakan permainan-permainan yang merangsang perkembangan sel-sel otak.

Berikut ini ada 10 jenis makanan yang dianjurkan oleh Cynthia Green untuk meningkatkan ingatan dan kinerja otak kita:

1. Ikan yang berlemak: Misalnya ikan salmon, makerel, tuna, sardine kaya akan omega 3 yang sangat bermanfaat untuk kesehatan pikiran. Pada tahun 2006 di Tufts University menemukan bahwa pada orang-orang yang makan ikan 3 kali per minggunya memiliki kadar DHA tertinggi dalam darah mereka yang bisa mengurangi resiko terserang penyakit Alzheimer sampai 39%.

2. Sayur berwarna hijau maupun yang memiliki 4 kelopak bunga: brokoli, kembang kol, bokchoi, kubis, kale yang kaya akan anti oksidan (vitamin C kaar tinggi) dan carotenoid yang mampu melindungi otak dari kerusakan.

3. Apokad, minyak sehat (olive oil, canola oil), kacang-kacangan dan biji-bijian. Penelitian membuktikan bagi yang mengasup makanan yang mengandung vitamin E (bukan dari suplemen), bisa menurunkan 67% kemungkinan mendapatkan AD.

4. Dark chocolate: Coklat yang tidak dicampur susu (paling tidak 70% kandungan coklatnya) mengandung flavonoid yang berguna bagi kesehatan otak selain itu juga menurunkan tekanan darah. Makanan lain yang mengandung flavonoid: apel, buah anggur merah dan ungu, red wine, bawang merah, teh dan bir.

5. Curcumin: Biasakan menambah bumbu dapur yang mengandung zat curcumin, misalnya kunyit, atau minum ramuan jamu yang dibuat dari kunyit atau temulawak. Karena zat curcumin bisa membersihkan protein di otak yang menyebabkan penyakit Alzheimer yang disebut amyloid.

6. Beras merah, havermout/oatmeal, dan whole grains: membantu mengstabilkan kadar gula dalam darah kita. Glukose adalah salah satu sumber energi yang penting bagi otak. Bila tidka terpenuhi maka kita akan mudah pelupa dan sulit berkonsentrasi. Selain itu, gula alami bisa didapat dari buah-buahan, sayur, dan kacang polong.

7. Air putih: 3/4 bagian dari otak manusia terdiri dari air. Selain itu, seluruh sel kita juga membutuhkan air putih yang sehat untuk bisa bekerja dengan baik. Penelitian di Ohio University, menemukan bahwa orang-orang yang mengasup cukup air putih (bukan cairan lainnya) memperoleh nilai yang tinggi pada tes brainpower daripada yang kurang asupan air putih. Biasakan minum 6-8 gelas air putih/hari.

8. Pegagan: atau lebih dikenal gotukola (Centella asiatica/kaki kuda, pacul gowang, pegago, antanan). Diduga glikosida triterpenoida yang disebut asiaticoside merupakan antilepra dan penyembuh luka yang sangat luar biasa dan meningkatkan syaraf memori. Orang India minum teh gotukola untuk meningkatkan daya memori dan awet muda. Pegagan bisa didapat di pematang-pematang sawah.

9. Caffein: Walaupun ada pro dan kontra tentang caffeine untuk kesehatan, sebuah penelitian di Perancis menunjukkan bahwa wanita yang minum 3 cangkir kopi atau lebih mampu mengingat kata-kata lebih daripada wanita yang tidak minum kopi atau minum hanya sedikit kopi. Tapi perlu diingat, kelebihan dosis caffeine bisa menjadi boomerang bagi kesehatan.

10. Buah beri: Stroberi, rasberi, bluberi mengandung banyak antioksidan, terutama bluberi. Sayangnya bluberi sulit didapat di Indonseia. Akan tetapi kita bisa membeli bluberi beku dan bisa diproses untuk olesan roti maupun sirup.

*) Emmy Liana Dewi, Alumnus Workshop “Cara Cerdas Menulis Buku Best-Seller” . Ibu Rumah tangga, pemerhati masalah pendidikan, dan kesehatan holistik ini dapat dihubungi langsung di esuhendro@yahoo. com

Categories: Motivasi, My Diary, Sinaung

Keseimbangan Hidup

Februari 5, 2010 Tinggalkan komentar

oleh: Andrie Wongso

Dikisahkan, suatu hari ada seorang anak muda yang tengah menanjak karirnya tapi merasa hidupnya tidak bahagia. Istrinya sering mengomel karena merasa keluarga tidak lagi mendapat waktu dan perhatian yang cukup dari si suami. Orang tua dan keluarga besar, bahkan menganggapnya sombong dan tidak lagi peduli kepada keluarga besar. Tuntutan pekerjaan membuatnya kehilangan waktu untuk keluarga, teman-teman lama, bahkan saat merenung bagi dirinya sendiri.

Hingga suatu hari, karena ada masalah, si pemuda harus mendatangi salah seorang petinggi perusahaan di rumahnya. Setibanya di sana, dia sempat terpukau saat melewati taman yang tertata rapi dan begitu indah.

“Hai anak muda. Tunggulah di dalam. Masih ada beberapa hal yang harus Bapak selesaikan,” seru tuan rumah. Bukannya masuk, si pemuda menghampiri dan bertanya, “Maaf, Pak. Bagaimana Bapak bisa merawat taman yang begitu indah sambil tetap bekerja dan bisa membuat keputusan-keputusan hebat di perusahaan kita?”

Tanpa mengalihkan perhatian dari pekerjaan yang sedang dikerjakan, si bapak menjawab ramah, “Anak muda, mau lihat keindahan yang lain? Kamu boleh kelilingi rumah ini. Tetapi, sambil berkeliling, bawalah mangkok susu ini. Jangan tumpah ya. Setelah itu kembalilah kemari”.

Dengan sedikit heran, namun senang hati, diikutinya perintah itu. Tak lama kemudian, dia kembali dengan lega karena mangkok susu tidak tumpah sedikit pun. Si bapak bertanya, “Anak muda. Kamu sudah lihat koleksi batu-batuanku? Atau bertemu dengan burung kesayanganku?”

Sambil tersipu malu, si pemuda menjawab, “Maaf Pak, saya belum melihat apa pun karena konsentrasi saya pada mangkok susu ini. Baiklah, saya akan pergi melihatnya.”

Saat kembali lagi dari mengelilingi rumah, dengan nada gembira dan kagum dia berkata, “Rumah Bapak sungguh indah sekali, asri, dan nyaman.” tanpa diminta, dia menceritakan apa saja yang telah dilihatnya. Si Bapak mendengar sambil tersenyum puas sambil mata tuanya melirik susu di dalam mangkok yang hampir habis.

Menyadari lirikan si bapak ke arah mangkoknya, si pemuda berkata, “Maaf Pak, keasyikan menikmati indahnya rumah Bapak, susunya tumpah semua”.

“Hahaha! Anak muda. Apa yang kita pelajari hari ini? Jika susu di mangkok itu utuh, maka rumahku yang indah tidak tampak olehmu. Jika rumahku terlihat indah di matamu, maka susunya tumpah semua. Sama seperti itulah kehidupan, harus seimbang. Seimbang menjaga agar susu tidak tumpah sekaligus rumah ini juga indah di matamu. Seimbang membagi waktu untuk pekerjaan dan keluarga. Semua kembali ke kita, bagaimana membagi dan memanfaatkannya. Jika kita mampu menyeimbangkan dengan bijak, maka pasti kehidupan kita akan harmonis”.

Seketika itu si pemuda tersenyum gembira, “Terima kasih, Pak. Tidak diduga saya telah menemukan jawaban kegelisahan saya selama ini. Sekarang saya tahu, kenapa orang-orang menjuluki Bapak sebagai orang yang bijak dan baik hati”.

Teman-teman yang luar biasa,
Dapat membuat kehidupan seimbang tentu akan mendatangkan keharmonisan dan kebahagiaan. Namun bisa membuat kehidupan menjadi seimbang, itulah yang tidak mudah.

Saya kira, kita membutuhkan proses pematangan pikiran dan mental. Butuh pengorbanan, perjuangan, dan pembelajaran terus menerus. Dan yang pasti, untuk menjaga supaya tetap bisa hidup seimbang dan harmonis, ini bukan urusan 1 atau 2 bulan, bukan masalah 5 tahun atau 10 tahun, tetapi kita butuh selama hidup. Selamat berjuang!

Demikian dari saya, Andrie Wongso – action and wisdom motivation training.
Success is my right, sukses adalah hak saya!

Salam sukses luar biasa!!

Categories: Motivasi, My Diary, Sinaung

Memasang Badge Profile Facebook di WordPress

Februari 5, 2010 7 komentar
Categories: Sinaung

Bersyukur dan Bahagia

Januari 31, 2010 1 komentar

oleh: Andrie Wongso

Alkisah, ada seorang pedagang kaya yang merasa dirinya tidak bahagia. Dari pagi-pagi buta, dia telah bangun dan mulai bekerja. Siang hari bertemu dengan orang-orang untuk membeli atau menjual barang. Hingga malam hari, dia masih sibuk dengan buku catatan dan mesin hitungnya. Menjelang tidur, dia masih memikirkan rencana kerja untuk keesokan harinya. Begitu hari-hari berlalu.

Suatu pagi sehabis mandi, saat berkaca, tiba-tiba dia kaget saat menyadari rambutnya mulai menipis dan berwarna abu-abu. “Akh. Aku sudah menua. Setiap hari aku bekerja, telah menghasilkan kekayaan begitu besar! Tetapi kenapa aku tidak bahagia? Ke mana saja aku selama ini?”

Setelah menimbang, si pedagang memutuskan untuk pergi meninggalkan semua kesibukannya dan melihat kehidupan di luar sana. Dia berpakaian layaknya rakyat biasa dan membaur ke tempat keramaian.

“Duh, hidup begitu susah, begitu tidak adil! Kita telah bekerja dari pagi hingga sore, tetapi tetap saja miskin dan kurang,” terdengar sebagian penduduk berkeluh kesah.

Di tempat lain, dia mendengar seorang saudagar kaya; walaupun harta berkecukupan, tetapi tampak sedang sibuk berkata-kata kotor dan memaki dengan garang. Tampaknya dia juga tidak bahagia.

Si pedagang meneruskan perjalanannya hingga tiba di tepi sebuah hutan. Saat dia berniat untuk beristirahat sejenak di situ, tiba-tiba telinganya menangkap gerak langkah seseorang dan teriakan lantang, “Huah! Tuhan, terima kasih. Hari ini aku telah mampu menyelesaikan tugasku dengan baik. Hari ini aku telah pula makan dengan kenyang dan nikmat. Terima kasih Tuhan, Engkau telah menyertaiku dalam setiap langkahku. Dan sekarang, saatnya hambamu hendak beristirahat. “

Setelah tertegun beberapa saat dan menyimak suara lantang itu, si pedagang bergegas mendatangi asal suara tadi. Terlihat seorang pemuda berbaju lusuh telentang di rerumputan. Matanya terpejam. Wajahnya begitu bersahaja.

Mendengar suara di sekitarnya, dia terbangun. Dengan tersenyum dia menyapa ramah, “Hai, Pak Tua. Silahkan beristirahat di sini.”

“Terima kasih, Anak Muda. Boleh bapak bertanya?” tanya si pedagang.
“Silakan.”

“Apakah kerjamu setiap hari seperti ini?”
“Tidak, Pak Tua. Menurutku, tak peduli apapun pekerjaan itu, asalkan setiap hari aku bisa bekerja dengan sebaik2nya dan pastinya aku tidak harus mengerjakan hal sama setiap hari. Aku senang, orang yang kubantu senang, orang yang membantuku juga senang, pasti Tuhan juga senang di atas sana. Ya kan? Dan akhirnya, aku perlu bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan atas semua pemberiannya ini”.

Teman-teman yang luar biasa,
Kenyataan di kehidupan ini, kekayaan, ketenaran, dan kekuasaan sebesar apapun tidak menjamin rasa bahagia. Bisa kita baca kisah hidup seorang maha bintang Michael Jackson yang meninggal belum lama ini, yang berhutang di antara kelimpahan kekayaannya. Dia hidup menyendiri dan kesepian di tengah keramaian penggemarnya; tidak bahagia di tengah hiruk pikuk bumi yang diperjuangkannya.

Entah seberapa kontroversial kehidupan Jacko. Tetapi, yah… setidaknya, dia telah berusaha berbuat yang terbaik dari dirinya untuk umat manusia lainnya.

Mari, jangan menjadi budaknya materi. Mampu bersyukur merupakan kebutuhan manusia. Mari kita berusaha memberikan yang terbaik bagi diri kita sendiri, lingkungan kita, dan bagi manusia-manusia lainnya. Sehingga, kita senantiasa bisa menikmati hidup ini penuh dengan sukacita, syukur, dan bahagia.

Salam sukses luar biasa!!!

Categories: Motivasi, My Diary, Sinaung

Agar Tak Hilang

Januari 31, 2010 Tinggalkan komentar

oleh: Andrias Harefa *

Pramoedya Ananta Toer pernah menulis: “Kau, Nak, paling sedikit kau harus bisa berteriak. Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapapun? Karena kau menulis, suaramu tak akan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh dikemudian hari… Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.”

Wow! Jika Anda tak menulis, nama Anda akan hilang dari sejarah. Jangankan orang lain, cucu-cicit-canggah yang merupakan keturunan langsung Anda sendiri, tidak akan mengenal Anda lagi. Mereka mungkin akan kenal Socrates, Plato, Aristoteles, atau Dale Carnegie dan Stephen Covey yang semuanya mencatatkan nama dalam buku sejarah karena menulis.

Saya adalah contoh “korban” dari kakek-nenek yang tak menulis. Kakek saya bahkan meninggal jauh sebelum ayah saya menikah. Dari pihak ibu, kakek-nenek saya benar-benar tak saya kenali sedikitpun, karena mereka wafat sebelum saya lahir. Jadi, saya tak pernah tahu kiprah kakek-nenek saya, apa yang pernah dialaminya; bagaimana pergulatan hidupnya; apa yang sering dipikirkannya; bagaimana gejolak perasaannya menghadapi situasi-situasi kehidupan di masa silam; dan sebagainya.

Karena saya tak mau hilang dari sejarah keluarga sendiri, maka saya menulis. Saya senang bahwa kelak cucu-cicit saya akan tahu apa saja yang menjadi impian dan cita-cita besar kakeknya yang satu ini.

Jadi, agar nama Anda tak hilang dari sejarah keluarga, menulislah!

*) Andrias Harefa, Penulis 35 Buku Best-Seller.

Categories: Motivasi, My Diary, Sinaung

Nice Java Ebook

Januari 31, 2010 2 komentar
Woi java Lover’s, kemarin saya buka buka file lama, eeh ternyata ada beberapa tutorial java yang menarik. Ebook ini saya dapatkan dari JENI. Sangat bagus untuk yang pengen belajar java. Download aja ebooknya. Ebook Part 1 Ebook Part 2 Ebook Part 3 Ebook Part 4 Pokoknya Lengkap Brow. Sok lah Download Aja

Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl
Sumber: Black Onta
Categories: Java Tutorial, Sinaung

SMS Gateway lengkap dengan GUI

Januari 31, 2010 Tinggalkan komentar

Seperti janji pada postingan sebelumnya, sekarang saya Postingkan SMS Gateway Tutorial Lengkap Dngan GUI sebagai Control Panelnya.

ScreenShoot

Daftar Isi Tutorial Sepintas tentang SMS Gateway Persiapan • Yang dibutuhkan • Persiapan Hadware • Persiapan Library • Instalasi Library • Persiapan Project Pengembangan 1. Database 2. Project Utama Error dan Penanganannya Tanya Jawab Breaktime Download Tutorial Tutorial (Indowebster) SourceCode SourceCode (Indowebster)

Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl
Sumber: Black Onta

Lanjutan SMS Gateway

Januari 31, 2010 1 komentar
Fyuh, aktifitas gak ada habis habisnya, Skripsi gak selesai2, malesnya minta ampun, sampe2 aktifitas blogingpun tersendat, yah mau gimana lagi, selama ini sibuk nyari judul-judul Skripsi Teknik Informasi yang tepat, eeeh sudah dapat malah di tolak, dicoba lagi, dah mau di acc, ada aja masalahnya, yah gak apa-apa, paling gak sekarang bisa sharing lagi. gimana neeh temen 2, masih pada semangat belajar java????? Tp bingung neeh mo ngepos apa, hehe Ohya, dalam dua ato tiga hari kedepan mo nulis tentang buat SMS Gateway buat SMS Center. Library utamanya pake SMLib. yup kalo sebelumnya saya pernah posting buat SMS Gateway Sederhana, Kali ini saya buat SMS Gateway pake GUI dengan Menggunakan Netbeans. ya mudah mudahan selesai secepatnya. BuyBlogReviews.com

Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

Sumber: Black Onta

Categories: Java Tutorial, Sinaung

Membuat Aplikasi SMS Gateway Sederhana

Januari 31, 2010 Tinggalkan komentar
Dua bulan kemaren sibuk bikin project SMS Gateway, sebelumnya nyari2 Tutorial SMS gateway yang dilengkapi Kode nya susah banget. tak coba cari cari di Google ketemu beberapa Library, tapi cuma ada satu nih yang menurut saya asik, SMS Lib. ya saya fikir mending di share aja pengalaman yang sedikit ini, siapa tau berguna buat temen2. tapi Artikel + Library Lengkapnya Download aja ya, habis kepanjangan kalo di tulis di sini. Artikel Library

Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl
Sumber: Black Onta
Categories: Java Tutorial, Sinaung, XML

10 Kekuatan Manusia

Januari 30, 2010 Tinggalkan komentar

Oleh: Andrew Ho *

“He who stops being better stops being good. – Siapa yang tidak menjadi lebih baik berarti ia berhenti menjadi baik.” Oliver Cromwell, Politikus Inggris (1599-1658)

Tak cukup hanya menjadi baik, karena kita harus berusaha untuk selalu lebih baik dari sebelumnya. Terus belajar dan segera menjalankan langkah-langkah perbaikan adalah cara untuk selalu lebih baik. Belajar tak harus selalu dari bangku sekolah elit atau buku-buku mahal, melainkan belajar dari kehidupan sehari-hari, pengalaman diri sendiri maupun orang lain, dan lain sebagainya.

Saya senang belajar dari buku, entah buku kuno ataupun terbitan baru, karena dari sanalah saya memetik banyak pelajaran hidup berharga. Salah satu falsafah hidup yang memperluas wawasan hidup saya adalah catatan surat-surat, konon ditulis oleh Zhuge Liang (181-234) untuk anaknya. Zhuge Liang adalah seorang pakar perang dan kemiliteran ternama pada masa San Guo (Sam Kok) di jaman Tiongkok Purba.

Zhuge Liang alias Kong Ming gemar membaca, dan menguasai bermacam ilmu pengetahuan diantaranya ilmu geologi, sejarah, sampai strategi perang. Di usia 27 tahun ia diangkat Raja Shu (Liu Bei) sebagai penasehat kerajaan. Selama menjadi penasehat, Zhuge Liang pernah menulis sebuah surat kepada anaknya. Isi surat yang ditulis 1.800 tahun yang lalu itu sarat dengan dengan kebijakan yang tak lekang oleh waktu dan perubahan, diantaranya berisi tentang 10 kekuatan manusia, yaitu;

Kekuatan Keheningan
Keheningan membantu kita menenangkan diri untuk menjernihkan pikiran. Ia menjelaskan bahwa suasana hening membantu kita melakukan introspeksi diri, mengevaluasi segala tindakan, dan menumbuhkan tekad untuk memperbaiki diri. Ia juga menegaskan bahwa kunci keberhasilan dalam belajar adalah keheningan, sebab dalam keheningan kita dapat menelusuri apa sebenarnya visi dan misi hidup kita.

Kekuatan Hidup Hemat
Zhuge Liang memberikan petunjuk bahwa hidup bersahaja akan menyelamatkan diri kita agar tidak diperbudak oleh materi. Hidup sederhana menurut sang penasehat ini membentuk diri kita menjadi manusia yang lebih bermoral. Jangan terseret dalam pola hidup boros, sebab pola hidup boros suatu saat dapat mengubur kita kedalam tumpukan hutang dan puing-puing kehancuran.

Kekuatan Membuat Perencanaan
Dalam surat-surat itu Zhuge Liang menegaskan tentang pentingnya merencanakan hidup. Fail to plan means plan to fail – Gagal merencanakan berarti merencanakan untuk gagal. Dengan melakukan perencanaan yang baik, maka kita akan dapat menempatkan prioritas dengan baik pula. Sebaliknya, tanpa perencanaan yang baik akan selalu membuat kita gagal menyelesaikan apapun yang kita kerjakan.

Kekuatan Belajar
Zhuge Liang dalam suratnya menyebutkan bahwa keheningan memaksimalkan pencapaian hasil dari tujuan belajar. Ia meyakini bahwa kemampuan manusia bukan berasal dari pembawaan sejak lahir, melainkan merupakan hasil dari proses pembelajaran yang dilakukan dengan konsisten. Oleh sebab itu ia menyarankan agar kita tak pernah berhenti belajar sampai kapanpun. Sementara dalam proses pembelajaran, kerendahan hati akan sangat membantu kita menyerap dengan mudah ilmu pengetahuan yang dibutuhkan.

Kekuatan Nilai Tambah
Nasehatnya ini menekankan kita agar lebih banyak memberi, karena hal itu akan membuat kita lebih banyak menerima. Oleh sebab itu kita harus berusaha untuk selalu memberikan yang terbaik untuk orang lain, diantaranya kepada keluarga, kerabat, teman, konsumen, mitra bisnis, dan lain sebagainya. Bila kita mampu memberikan sesuatu yang ekstra atau nilai tambah terhadap apa yang dibutuhkan orang lain, tentu saja mereka akan senang, merasa tersanjung dan terpesona. Tak heran jika selanjutnya mereka ingin selalu menjalin hubungan yang menguntungkan bagi Anda.

Kekuatan Kecepatan
Beliau menesehat anaknya agar tidak menunda-nunda pekerjaan karena penundaan artinya menghambat usaha kita mencapai visi dan misi secepat mungkin. Ia menandaskan agar kita menjalankan segala sesuatu dengan efektif dan efisien waktu. Dalam hal ini sangat dibutuhkan kemampuan memanajemen waktu. Jika perlu, satu hal dilakukan bersama-sama dengan tim agar lebih cepat terselesaikan, “Alone we can do so little; together we can do so much. – Sendiri kita menyelesaikan sedikit pekerjaan; bersama kita kerjakan sangat banyak pekerjaan,” kata Hellen Keller.

Kekuatan Karakter
Zhuge Liang menasehati anaknya agar membiasakan diri tidak bersikap tergesa-gesa, sebab segala sesuatu memerlukan proses. Kehati-hatian dalam bersikap dapat membentuk sebuah karakter yang utuh. Dalam pepatah bangsa Tionghoa dikatakan, “Diperlukan waktu hanya sepuluh tahun untuk menanam dan memelihara sebatang pohon, tapi memerlukan waktu paling sedikit 100 tahun untuk membentuk sebuah watak yang utuh.”

Kekuatan Waktu
Dalam suratnya Zhuge Liang menginginkan anaknya menghargai waktu. Sebab waktu berlalu sangat cepat, tak jarang ikut mengikis semangat dan cita-cita kita. Oleh sebab itu manajemen waktu dengan baik, jangan pernah menyia-nyiakan waktu dengan melakukan aktifitas yang kurang bermanfaat.

Kekuatan Imaginasi
Zhuge Liang memberikan nasehat supaya kita berpikir jauh ke depan, agar kita tidak tertinggal oleh jaman yang terus berkembang. Imajinasi tentang masa depan dikatakannya lebih kuat dari pengetahuan. Hal ini juga pernah diucapkan oleh Albert Einstein, “Imagination is everything. It is the preview of life’s coming attractions. – Imajinasi adalah segalanya. Imajinasi adalah penarik realitas yang akan datang.”

Kekuatan Kesederhaan
Sang penasehat ini mencontohkan kekuatan kesederhanaan dalam setiap surat-suratnya yang singkat dan mudah dimengerti tetapi sarat tuntunan hidup positif. Tidak ada teori atau tuntunan hidup yang muluk-muluk, melainkan kebijaksanaan hidup yang sederhana. Begitupun jika kita ingin menghasilkan prestasi hidup yang luar biasa, tak perlu menggunakan teori yang rumit. Sekalipun tindakan atau langkah-langkah yang kita lakukan sederhana tetapi jika dilakukan dengan konsisten maka kita akan mudah meraih visi dan misi. “Success is the sum of small efforts, repeated day in and day out. – Sukses merupakan kumpulan dari tindakan-tindakan sederhana, diulang terus setiap hari.” Kata Robert Collier, penulis buku terlaris.

Itulah beberapa inti pesan dalam surat-surat Zhuge Liang, yang ditujukan untuk anaknya agar ia mampu berpikir, bersikap dan bertindak lebih baik dari hari ke hari. Kita dapat menyerap pemikirannya untuk menjadi yang terbaik. Jika kita berhasil melakukan yang terbaik artinya kita akan semakin dekat dengan kehidupan yang kita inginkan, kehidupan yang indah.

* Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku best- seller.

Categories: Motivasi, My Diary, Sinaung

xml ???

Januari 28, 2010 Tinggalkan komentar

XML adalah dokumen biasa. Biasa-biasa saja. tidak ada yang begitu sangat istimewa dari XML jika dilihat dari penampakan morfologinya.

Kita bisa menulis dokumen XML dengan editor text biasa, dan informasi yang ada didalamnyapun bisa langsung dibaca dengan texteditor tersebut.

tapi XML dibuat bukan untuk menampilkan data, sehingga anda akan sedikit repot jika harus membaca informasi dalam dokument XML sebagaimana adanya.

Di sinilah peranan Parser, dan Parser untuk dokumen XML bisa berupa program apa saja dan hardware apa saja.

Categories: My Diary, Sinaung, XML

GUI di JAVA

Januari 26, 2010 Tinggalkan komentar

Step by Step GUI di Java.
1. instal dulu Java SE nya kalau belum terinstal di Komputer anda(JDK).
2. lakukan set path dan classpath semua file java/jar yang dibutuhkan untuk kompilasi dan interpretasi file JAVA yang akan kita buat.

caranya:

buat file bat berinama misal: setpath.bat

kemudian isikan command berikut:

set classpath=.;C:\Program Files\Java\jdk1.6.0_13\lib;C:\Program Files\Java\jdk1.6.0_13\lib\tools.jar;
set path=C:\Program Files\Java\jdk1.6.0_13\bin;

setelah itu save dan eksekusi file setpath.bat boleh dengan cara double klick pada file tersebut. selain dengan cara ini, set classpath boleh dilakukan melalui My Computer – Properties – Advance – Variable Invironment

3. Ketikkan source kode berikut pada text editor (notepad,notepad++,dll)

Window01.java

import javax.swing.*;
//import java.awt.*;
//import java.awt.Event.*;

public class Window01 {
public static void main (String []args){
JFrame frame=new JFrame(“Window Pertama”);
frame.setSize(400,200);
frame.setVisible(true);
frame.setDefaultCloseOperation(JFrame.EXIT_ON_CLOSE);
}
}

kemudian jalankan program dengan file bat berikut:

Run.bat

set classpath=.;C:\Program Files\Java\jdk1.6.0_13\lib;C:\Program Files\Java\jdk1.6.0_13\lib\tools.jar;
set path=C:\Program Files\Java\jdk1.6.0_13\bin;
javac Window01.java
java Window01
pause

dua baris teratas perintah pada file Run.bat adalah perintah untuk melakukan setting classpat dan setting path(catatan:gunakan versi java sesuai yang terinstal di komputer anda. disini saya gunakan jdk1.6.0_13). ingat: nama file java harus sama dengan nama classnya alih-alih class publicnya, disini saya beri nama Window01.java

dua baris berikutnya: javac Window01.java adalah perintah untuk mengkompile file java menjadi class java. sedangkan java Window01 adalah perintah untuk mengimplementasikan class java yang telah kita buat.

berikut beberapa contoh aplikasi GUI yang bisa dijadikan bahan latihan. caranya seperti diatas yaitu ketik file javanya pada text editor, kemudian buat file bat untuk mengeksekusi file java tersebut.

//Window02.java
import javax.swing.JFrame;

public class Window02 {
public static void main (String []args){
JFrame frame=new JFrame(“Window Perdua”);
frame.pack();
frame.setVisible(true);
frame.setDefaultCloseOperation(JFrame.EXIT_ON_CLOSE);
}
}


//Window03.java
import javax.swing.JFrame;
import javax.swing.UIManager;

public class Window03 {
public static void main (String []args){
try{UIManager.setLookAndFeel(UIManager.getSystemLookAndFeelClassName());

}catch(Exception kesalahan){
System.out.println(“Tidak Berhasil Memanggil System L&F: “+kesalahan);
}
JFrame frame=new JFrame(“Window Pertiga”);
frame.setSize(400,200);
frame.setVisible(true);
frame.setDefaultCloseOperation(JFrame.EXIT_ON_CLOSE);
}
}

download latihan Window

Categories: Java Tutorial, Sinaung

First step Java ME with Eclipse

Januari 25, 2010 5 komentar

Berikut ini adalah tutorial singkat penggunaan fitur eclipseme untuk membangun sebuah proyek Java ME. Penggunaan fitur eclipseme ini memerlukan software WTK yang didalamnya terdapat library Java ME dan device prototipe handphone.

Membuat Proyek baru Java ME
1. Melalui menu file pada eclipse, select New -> Other.

Pada kotak dialog diatas pilih folder J2ME -> J2ME Midlet Suite, lalu klik tombol ‘Next >’.

2. Selanjutnya muncul kotak dialog sebagai berikut :

Beri nama proyek tersebut, lalu klik tombol ‘Next >’.

3. Midlet Suite Properties

Jika devices belum terdefinisi klik tombol ‘Manage Devices…’.


Klik ‘Import…’.


Cari folder bin pada sofware WTK, lalu klik ‘Refresh’.


Klik ‘Finish’.


Pilih device yang akan digunakan sebagai display prototipe, kemudian klik ‘Apply’ dan ‘OK’.


Setelah memilih device lanjut ke step berikutnya, Klik Next.

4. Java setting

Klik ‘Finish’.

5. Project baru bernama JavaME telah terbuat.

Membuat file Java Midlet dalam Project JavaME yang sebelumnya telah dibuat.
1. Klik kanan pada folder project JavaME di package explorer select New -> Other… atau melalui menu file, select New -> Other…
Akan tampil kotak dialog sebagai berikut :

Pada folder J2ME pilih J2Me Midlet, lalu klik ‘Next >’

2. J2ME Midlet

Beri nama file(class), lalu klik ‘Finish’.

3. File HelloWorld.java bertipe Midlet telah terbuat,

Tuliskan Program berikut :

Penjelasan Singkat J2ME Midlet :
• Program Midlet mengimport paket javax.microedition.midlet dan javax.microedition.lcdui. Paket javax.microedition.midlet mendefinisikan MIDP dan paket javax.microedition.lcdui menyediakan fungsi-fungsi untuk memanipulasi antarmuka GUI pada handled.
• Setiap program Midlet harus merupakan turunan dari class Midlet yang didefinisikan pada paket javax.microedition.midlet. Hal ini mirip dengan Applet yaitu setiap applet Java haruslah turunan dari class Applet atau Japplet.
• MIDlet haruslah mengimplementasikan fungsi-fungsi abstract pada class MIDlet, minimal 3 fungsi berikut :
o public void startApp()
o public void pauseApp()
o public void destroyApp(boolean unconditional)
• Setiap program MIDlet tidak boleh memiliki fungsi public static void main(String args[]) selayaknya aplikasi Java non-Applet.


Running J2ME Midlet ;
1. Pada Menu Run, select Run As -> Emulated J2ME Midlet

Klik ‘OK’.

2. Hasil Outputnya sebagai berikut :

Download Tutorial disini

Sumber: http://littlebro-note.blogspot.com/2009/01/first-step-java-me-with-eclipse.html

Categories: Java Tutorial, Sinaung

Java ME di Eclipse

Januari 25, 2010 1 komentar

Install Plugins Eclipse for Java ME

Berikut ini tutorial menggunakan Eclipse untuk membangun sebuah proyek Java ME. Eclipse menyediakan berbagai plugins yang dapat kita pakai untuk mendevelop suatu program. Salah satu plugins itu adalah ‘eclipseme‘ yang akan kita gunakan untuk mendevelop suatu program Java ME.
Caranya :
1. Download plugins eclipseme
2. Dari menu help pada eclipse, select Software Updates lalu klik Find and install…

Akan tampil kotak dialog seperti berikut :
Select ‘Search for new features to install’ lalu klik ‘Next’.

3. Selanjutnya akan tampil kotak dialog seperti berikut :

Tekan tombol ‘New Archived Site’.
4. Selanjutnya akan tampil kotak dialog seperti berikut :

Cari plugin file eclipseme.feature_1.7.7_site.zip lalu klik OK.

Klik ‘OK’.

Klik ‘Finish’
5. Kotak dialog selanjutnya yang muncul adalah kotak dialog update

Klik ‘Next >’
6. Feature License

Klik ‘Next >’
7. Installation

Klik Finish
8. Feature Verification

Klik tombol ‘Install All’

Klik ‘Yes’. plugins eclipseme telah terinstal untuk mendapat perubahan pada eclipse, maka
eclipse harus di restart.

Demikian instalasi plugin eclipseme, tutorial selanjutnya akan membahas First Step Programming Java ME With Eclipse.
Download Tutorialnya Disini

Sumber: http://littlebro-note.blogspot.com/2009/01/install-plugins-eclipse-for-java-me.html

Categories: Java Tutorial, Sinaung

Otomata

Januari 20, 2010 Tinggalkan komentar

Terminologi Teori Bahasa

Beberapa terminologi dasar dari sebuah teori bahasa diantaranya:
- Alphabet
- Concatination / penyambungan
- String

Dalam teori bahasa, Istilah huruf = karakter = simbol dan istilah kalimat = kata = string.

• Simbol / huruf / karakter
Merupakan sebuah elemen alphabet yang memiliki makna unik / tunggal, misalnya symbol A dan symbol B yang memiliki makna berbeda.
• Alphabet
Dilambangkan dengan huruf capital miring, alphabet adalah himpunan tak kosong yang berhingga dari symbol – symbol.
• Kata / kalimat / String
Kata merupakan dereten symbol –simbol dari suatu alphabet

Contoh :

C = {a,b,c,1,2,3}

* Contoh diatas merupakan contoh sebuah alphabet C yang memiliki 6 buah symbol
* Contoh sebuah kata / string dari alphabet C: acca, back, 132, a12, dst.
* Kata acca dengan caac memiliki makna yang berbeda.
* Kata acca, 121, abba memenuhi aturan palindrome (walaupun kata dibalik memiliki makna yang sama).

Mengenal Teori Bahasa dan Automata

*Dasar-dasar teori bahasa dan automata

Teori bahasa dan automata merupakan salah satu komponen ilmu informatika, teori ini merupakan ide dan model fundamental yang mendasari sebuah system komputasi, teori ini juga bisa disebut sebagai sebuah teknik rekayasa untuk perancangan system komputasi.

Beberapa bidang ilmu lain yang mendukung pengembangan metode komputasi :

1. Biologi
Mempelajari jaringan neuron yang mengilhami ditemukanannya finite automata.

2. Rangkaian Elektronika
Mempelajari teori switching sebagai perancangan perangkat keras menggunakan finite automata.

3. Matematika
Mengembangkan system logika yang berguna untuk masalah pembuktian automata.

* Beberapa model komputasi dalam automata:

1. Finite automata (FA)
Sering juga disebut dengan Finite State Automata (FSA). Terdiri dari Deterministic Finite Automata (DFA) dan Non Deterministik Finite Automata (NDFA). Teori dasar dari FA sangat umum yaitu system pada saat berada di salahsatu state dari sejumlah state bergerak diantara state-state secara dapat diproduksi yang bergantung pada masukan ke system. Salah satu penerapannya adalah kompilasi/translasi bahasa pemograman tingkat tinggi menjadi bahasa mesin yang ekivalen. Finite automata merupakan jenis otomata yang tidak memiliki memori sementara, FA adalah kelas mesin dengan kemampuan paling terbatas.

2. Pushdown Automata (PA)
Terdiri dari Deterministic Pushdown Automata (DFA) dan Non Deterministik Pushdown Automata (NDFA). PA memiliki memori sementara dengan mekanisme stack LIFO (Last In First Out).

3. Turing Machine (TM).
Memiliki mekanisme Random Access Memory.

Dalam teori bahasa dan Automata digunakan model state (State Machine Model). atau biasa disebut model transisi (State Transition Model), pengembangan teori automata difasilitasi dengan perkembangan bidang Psycho Linguistik.

Mengenal Teori Bahasa dan Automata…

Teori bahasa dan automata merupakan salahsatu komponen ilmu informatika, teori ini merupakan ide dan model fundamental yang mendasari sebuah system komputasi, teori ini juga bisa disebut sebagai sebuah teknik rekayasa untuk perancangan system komputasi.

Beberapa bidang ilmu lain yang mendukung pengembangan metode komputasi :

1. Biologi

Mempelajari jaringan neuron yang mengilhami ditemukanannya finite automata.

2. Rangkaian Elektronika

Mempelajari teori switching sebagai perancangan perangkat keras menggunakan finite automata.

3. Matematika

Mengembangkan system logika yang berguna untuk masalah pembuktian automata.

Beberapa model komputasi dalam automata:

1. Finite automata (FA)

Sering juga disebut dengan Finite State Automata (FSA). Terdiri dari Deterministic Finite Automata (DFA) dan Non Deterministik Finite Automata (NDFA). Teori dasar dari FA sangat umum yaitu system pada saat berada di salahsatu state dari sejumlah state bergerak diantara state-state secara dapat diproduksi yang bergantung pada masukan ke system. Salah satu penerapannya adalah kompilasi/translasi bahasa pemograman tingkat tinggi menjadi bahasa mesin yang ekivalen. Finite automata merupakan jenis otomata yang tidak memiliki memori sementara, FA adalah kelas mesin dengan kemampuan paling terbatas.

2. Pushdown Automata (PA)

Terdiri dari Deterministic Pushdown Automata (DFA) dan Non Deterministik Pushdown Automata (NDFA). PA memiliki memori sementara dengan mekanisme stack LIFO (Last In First Out).

3. Turing Machine (TM).

Memiliki mekanisme Random Access Memory.

Dalam teori bahasa dan Automata digunakan model state (State Machine Model). atau biasa disebut model transisi (State Transition Model), pengembangan teori automata difasilitasi dengan perkembangan bidang Psycho Linguistik

Sunber: http://prayoga.wordpress.com/category/teori-bahasa-dan-automata/.

Categories: Sinaung

Koneksi J2ME-PHP dengan HTTPConnection

Januari 20, 2010 4 komentar

Pada tutorial kali ini kita akan mencoba melakukan koneksi sederhana untuk menghubungkan J2ME sebagai client dengan PHP sebagai web server. Jadi sekenarionya J2ME sebagai client akan meminta request ke server, kemudian request dari client akan di tanggapi oleh server kemudian hasilnya dikirim kembali ke client. Metode yang akan kita gunakan adalah dengan metode GET(), anda bisa mengembangkannya misalnya menggunakan metode POST() dalam pemgirimannya. Langkah 1: Membuat servernya terlebih dahulu yang berfungsi untuk menanggapi permintaan dari client misal konek.php

<?php
$response = "Matematika";
if (isset($_GET))
{   switch ($_GET["belajar"]) {
  case 1: $response = "Kimia"; break;
  case 2: $response = "Fisika"; break;
  case 3: $response = "Biologi"; break;
  default: $response = "Matematika"; break;
  }
  } echo $response; 

  ?>

Langkah 2: Membuat clientnya yang berfungsi untuk melakukan permintaan ke server misal disini ContohGET.java :

import java.io.*;
import javax.microedition.io.*;
import javax.microedition.lcdui.*;
import javax.microedition.midlet.*;
public class ContohGET extends MIDlet {
    private Display display;
    String url = "http://localhost/midlet/testGET.php?belajar=2";
    public ContohGET() {
       display = Display.getDisplay(this);
    }
    public void startApp() {
 try {
            testGET(url);
 } catch (IOException e) {
     System.out.println("IOException " + e);
     e.printStackTrace();
 }
    }
    public void pauseApp() {    }
    public void destroyApp(boolean unconditional) {   }
    void testGET(String url) throws IOException {
        HttpConnection connection = null;
        InputStream is = null;
        OutputStream os = null;
        StringBuffer stringBuffer = new StringBuffer();
        TextBox textBox = null;
        try {
          connection = (HttpConnection)Connector.open(url);
          connection.setRequestMethod(HttpConnection.GET);
          connection.setRequestProperty("User-Agent","Profile/MIDP-2.0 Confirguration/CLDC-1.0");
          connection.setRequestProperty("Content-Language", "en-CA");
          connection.setRequestProperty("Content-Type", "application/x-www-form-urlencoded");
          os = connection.openOutputStream();
          is = connection.openDataInputStream();
          int ch;
          while ((ch = is.read()) != -1) {
            stringBuffer.append((char) ch);
          }
          textBox = new TextBox("Simple GET Test", stringBuffer.toString(), 1024, 0);
        } finally {
           if(is!= null) {
              is.close();
           }
           if(os != null) {
              os.close();
           }
           if(connection != null) {
              connection.close();
           }
        }
        display.setCurrent(textBox);
    }
}

Jalankan aplikasi: saat pertama kali aplikasi di jalankan ada peringatan untuk melakukan koneksi, pilih saja ya hasilnya:

By Yadi Rosadi on August 22, 2009

Sumber: http://yadirosadi.web.id/j2me/koneksi-sederhana-antara-j2me-dengan-php

Pendahuluan

November 14, 2009 Tinggalkan komentar

Sekilas tentang Fungsi Green

Kita mulai dengan memfokuskan perhatian kita pada subjek operator integral. Pada kenyataannya, terdapat suatu hubungan erat antara operator diferensial dan operator integral. Syarat batas yang diperlukan untuk menentukan solusi tunggal dari suatu persamaan differensial memainkan suatu peran penting dalam menghubungkan kedua jenis operator ini. Hubungan antara keduanya secara esensial merupakan teori fungsi Green, suatu area yang mempunyai peran yang sangat besar khususnya dalam pembentukan metode persamaan integral batas.
Pada bagian berikutnya akan didiskusikan hal tentang teori fungsi Green. Tujuannya adalah memperkenalkan defenisi dan sifat-sifat, interpretasi, resep pembentukan, dan bagaimana menggunakan fungsi Green.
untuk selengkapnya bisa didownload di: sini

Algorima Metode Bisection

November 4, 2009 3 komentar

Input   :  f(x), a, b, Ftol (Nilai a dan b haruslah memenuhi syarat ) Output :  Akar Proses  :

  1. t=(1/2)(a+b) dan hitung  f(t)
  2. Jika  |f(t)|<Ftol maka  akar=t.  Selesai
  3. Jika f(a)*f(t)<0 maka b:=t jika tidak a:=t
  4. Kembali ke 1.

perhatikan bahwa disini kita gunakan kriteria konfergensi nilai nol fungsi yaitu |f(t)|<Ftol .Contoh Program dalam matlab: simpan dengan nama: bisection.m

function [x,t,xi] = bisection(f,a,b,XTol,MIter)
%Code ini ditulis oleh Sugiarto Cokrowibowo (Mahasiswa Matematika Unhas
%2004)
%bisection.m digunakan untuk menyelesaikan/mencari akar non linear  f(x)=0 dengan menggunakan metode bisection.
%input :
% f     = fungsi non-linear yang akan dicari akarnya.
% a/b   = nilai awal [titik batas kiri/kanan interval yang diberikan]
%         nilai a dan b diberikan dengan menduga. asalkan memenuhi syarat
%         f(a)*f(b) < 0.
% Ftol  = batas atas dari nilai error yang diinginkan |x(k) – xo|
% MIter = jumlah iterasi maksimum yang akan dilakukan
%
%output:
% x     = akar yang memenuhi
% t     = (b – a)/2(setengah dari panjang interval)
% xi    = semua x yang ditemukan selama iterasi berjalan
TolFun  =eps;
fa      = feval(f,a);
fb      = feval(f,b);if fa*fb > 0, error(‘kita harus memilih nilai f(a)f(b)<0!’); endfor k = 1: MIter
xi(k)   = (a + b)/2;
fx      = feval(f,xi(k));
t       = (b-a)/2;
if abs(fx) < TolFun | abs(t)< XTol, break;
elseif fx*fa > 0, a = xi(k); fa = fx;
else b = xi(k);
end
endx = xi(k);
if k == MIter, fprintf(‘Nilai pada %d iterasi\n’,MIter), end

contoh penggunaan:

1. carilah sebuah akar positiv persamaan berikut dengan metode Bisection: x^2-4*x-9=0

penyelesaian dg commandline matlab:

>>fsc=inline( ‘x^2-4*x-9′,’x’ );%menuliskan fungsi di matlab

>>[x,t,xi] = bisection(fsc,4,7.2,0.00001,100) %Kita mengambil nilai a=4,b=7.2,toleransi x=0.00001, jumlah iterasi maksimum=100.

hasilnya di Matlab adalah:

x =     5.6055 t =   6.1035e-006 xi =   Columns 1 through 9     5.6000    6.4000    6.0000    5.8000    5.7000    5.6500    5.6250    5.6125    5.6062   Columns 10 through 18     5.6031    5.6047    5.6055    5.6059    5.6057    5.6056    5.6055    5.6055    5.6056   Column 19     5.6055 >>

Categories: Metode Numerik, Numerik 1

Membuat xml dengan php

Oktober 30, 2009 Tinggalkan komentar

Pengertian XML

Apakah XML ? XML bukanlah bahasa pemrograman seperti Java, C, atau Pascal karena XML tidak bisa digunakan untuk membuat sebuah applikasi. XML adalah meta language yang dapat digunakan untuk membuat modular dokumen (data), dan program. Dokumen ini sering dipergunakan sebagai media pertukaran data diantara sistem yang tidak saling kompatibel. Contoh dari grammar XML adalah WML (wireless markup languange) sebuah bahasa yang populer untuk pengembangan applikasi wireless).

Worldwide Web Consortium (W3C) merupakan sebuah lembaga standar internasional yang memulai proses standarisasi XML di pertengahan tahun 1996 dan me released XML 1.0 pada tahun 1998. XML terinspirasi dari Standart Generalized Markup Languange (SGML) namun dalam beberapa hal justru XML menjadi lebih sederhana dan mudah dipahami. XML biasa digunakan dalam pertukaran data antar program seperti contohnya jika kita ingin mengambil data dari Database SQL untuk ditampilkan pada situs berbasis flash

Pengertian PHP

PHP adalah salah satu bahasa pemrograman dalam pembuatan web. PHP bersifat server side

dan bisa dikoneksikan dengan database seperti MySQL, PostgreSQL, SQL server, Oracle dsb.

Kareba PHP bersifat server side, maka untuk dapat menjalankan PHP pada browser, maka anda

diharuskan terlebih dahulu menginstall web server yang bisa anda dapatkan secara gratis dari

internet, misalnya Apache, PHP Triad, PWS, Wammp, Xampp, dsb.

Generate XML dari PHP dengan data dari SQL

pada kasus ini kita ingin menggenerate data dari database sql pada tabel news, dengan contoh tabel sebagai berikut :

news

news

Step 1. Hubungkan php dengan sql

membuat config.php

<?php
  $host = "hostname";
  $user = "username";
  $pass = "password";
  $database = "database name";
  $koneksi=mysql_connect($host, $user, $pass);
  if(!$koneksi)
    {echo "Connection Failed !!!";}
  $seleksi=mysql_select_db($database);
  if(!$seleksi)
    {die ("Connection Failed !!!");}

?

Step 2 Menghasilkan XML dengan php

membuat generatexml.php

<?php
 header("Content-type: text/xml");
 require_once("config.php");
 $sql = "select * from news";
 $result = mysql_query($sql,$koneksi);
 echo "<news>";
 while($row = mysql_fetch_array($result,MYSQL_ASSOC))
 {
   echo "<content id_news=\"$row[ID_NEWS]\"
          id_kategori=\"$row[ID_KATEGORI]\"
          id_user=\"$row[ID_USER]\" title_news=\"$row[TITLE_NEWS]\"
          tanggal=\"$row[TANGGAL]\">
          $row[CONTENT_NEWS] </content>";
 }
 echo "</news>";
?>

Step 3 Selesai, jalankan generatexml.php di browser melalui webserver lokal (contoh localhost)

hasil :

xml result

xml result

Categories: Php MySQL, XML

Pemrograman dan Bahasa Pemrograman

Oktober 29, 2009 Tinggalkan komentar

Pemrograman dapat diklasifikasikan sebagai berikut [2]:

1. Berorientasi prosedur (procedural oriented)
2. Berorientasi fungsi (functional oriented)
3. Berorientasi logik (logic oriented)
4. Berorientasi obyek (object oriented)

Masing-masing memiliki kelebihan tersendiri. Kadangkala dalam membangun suatu aplikasi dibutuhkan gabungan metode pemrograman tersebut. Misalnya dalam C++ dan Java (bahasa pemrograman berorientasi obyek), kita masih dapat menemukan tehnik-tehnik pemrograman berorientasi prosedur dalam setiap method/function member dalam obyek-obyeknya.

Suatu bahasa pemrograman pada asalnya hanya dapat digunakan dalam satu metode. Pascal mulanya untuk procedural-oriented, Lisp untuk functional-oriented, Smaltalk untuk object-oriented dan lain-lain. Seiring dengan perkembangan tehnologi informasi dan komputer, puluhan bahkan ratusan bahasa pemrograman baru lahir. Masing-masing memiliki keunikan dan kelebihan spesifik. Ada yang khusus untuk jenis komputer tertentu, ada pula yang khusus untuk paradigma pemrograman tertentu.

Belajar Pemrograman

Pemilihan bahasa pemrograman pertama merupakan masalah pelik. Sebab bahasa pemrograman pertama akan mempengaruhi cara berfikir programer di masa yang akan datang. Programer dengan bahasa pertamanya Pascal akan lebih mudah berpindah ke bahasa pemrograman yang memiliki paradigma sama, yaitu berorientasi prosedur seperti C, Modula, Oberon. Tetapi programer tersebut kesulitan untuk berpindah ke bahasa pemrograman dengan paradigma yang lain seperti CLOS dan Scheme, yaitu bahasa pemrograman keluarga Lisp. Selain daripada itu, setelah menentukan paradigmanya, masalah berikutnya yang muncul adalah memilih bahasa pemrograman yang paling dominan dalam paradigma tersebut. Misalnya, untuk paradigma berorientasi fungsi manakah yang paling tepat diajarkan kepada pemula, apakah CLOS atau Scheme atau EmacsLisp. Masalah kedua ini berkaitan dengan, kemudahan dalam belajar, dialek dalam keluarga bahasa pemrograman tersebut, atau bahkan kecenderungan pasar.

Pada umumnya, lembaga pendidikan memilih paradigma pemrograman berorientasi prosedur sebagai paradigma pertama siswa mereka. Bahasa yang digunakan umumnya Pascal atau C. Hal ini dikarenakan paradigma tersebut lebih sering dipakai di dalam kehidupan sehari-hari. Setelah itu, disesuaikan dengan situasi dan kondisi diajarkan paradigma lain. Tetapi ada pula lembaga pendidikan yang memilih bahasa ML, bahasa dengan paradigma berorientasi fungsi, seperti MIT. Alasan MIT, karena sebagian mahasiswa sebelumnya telah memiliki ketrampilan dan pengetahuan dalam paradigma pemrograman berorientasi prosedur, demi alasan keadilan dipilihlah bahasa dan pemrograman yang asing untuk sebagian besar mahasiswa. Dengan demikian sebagian besar mahasiswa memulai belajar pemrograman dari awal yang sama.

Sumber: http://stikomksi2007azwar.wordpress.com/2007/09/11/pemrograman-dan-bahasa-pemrograman/

Categories: Java Tutorial, Sinaung

buat form transparan

Oktober 29, 2009 Tinggalkan komentar

‘ini adalah contoh dari form yang transparan yang didalamnya ada sebuah
‘tulisan,sehingga hanya kelihatan tulisannya saja…

imports system.drawing.drawing2d

Dim pindah As New Point

Private Sub Form1_load(ByVal sender As Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles MyBase.load
‘untuk membuat sebuah form yang transparan sangatlah mudah
‘yaitu dengan cara menyamakan warna form dengan warna transparancykey form
‘yang juga dapat diatur di properties form,selanjutnya form akan transparan deh…

Me.BackColor = System.Drawing.Color.Black
Me.FormBorderStyle = System.Windows.Forms.FormBorderStyle.None
Me.ShowInTaskbar = False
Me.StartPosition = System.Windows.Forms.FormStartPosition.CenterScreen
Me.TransparencyKey = System.Drawing.Color.Black
End Sub

Private Sub Form1_Paint(ByVal sender As Object, ByVal e As System.Windows.Forms.PaintEventArgs) Handles MyBase.Paint
Dim fnt As New Font(“COMIC SANS MS”, 80, FontStyle.Bold, GraphicsUnit.Pixel)
Dim g As Graphics = e.Graphics
g.DrawString(txt, fnt, New SolidBrush(Color.blue), 100, 100)
End Sub

Private Sub Form1_MouseDown(ByVal sender As Object, ByVal e As System.Windows.Forms.MouseEventArgs) Handles MyBase.MouseDown
pindah = New Point(-e.Y, -e.Y)
End Sub

Private Sub Form1_MouseMove(ByVal sender As Object, ByVal e As System.Windows.Forms.MouseEventArgs) Handles MyBase.MouseMove
If e.Button = Windows.Forms.MouseButtons.Left Then
Dim b As Point = Control.MousePosition
b.Offset(pindah.X, pindah.Y)
Location = b
End If
End Sub

Sumber: http://stikomksi2007azwar.wordpress.com/2007/09/29/buat-form-transparan/

Categories: Java Tutorial, Sinaung
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.